Selamat

Senin, 26 Juli 2021

GAYA HIDUP

21 Juli 2021|14:51 WIB

Waspadai Doxing Kencan Online

Riset Kaspersky mengungkapkan, satu dari enam pengguna aplikasi kencan online mengaku pernah mengalami kejahatan doxing

Oleh: Faisal Rachman

ImageIlustrasi aplikasi kencan online. dok.ist

JAKARTA – Selama beberapa dekade terakhir, dunia telah dengan cepat bergeser menuju praktik digitalisasi, termasuk dalam hal hubungan kencan. Di beberapa negara, aplikasi kencan menjadi cara paling populer bagi orang untuk bertemu dan mendapatkan pasangan.

Kini, hampir tidak terbayangkan komunikasi pasangan modern tanpa kehadiran media sosial. Namun, ada konsekuensi lain dari fenomena ini. Hubungan yang berpindah ke dunia digital, berpotensi memperbesar isu soal pengumpulan dan pemaparan publik atas data pribadi atau dikenal sebagai doxing.

Tim Kaspersky melakukan survei, mengungkap ancaman dan perhatian utama yang dihadapi pengguna saat berkencan online. Hasilnya, para ahli Kaspersky menemukan, setiap pengguna ke-6 telah mengalami kejahatan doxing saat berkencan online.

Dengan berkembangnya jejaring sosial dan aplikasi kencan, komunikasi memang menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan jauh lebih nyaman. Penelitian Kaspersky sendiri menunjukkan setengah (54%) responden mengakui, aplikasi kencan telah membuat segalanya lebih mudah.

Namun 55% mengklaim, mereka takut diikuti oleh seseorang yang mereka temui secara online. Ini merupakan salah satu bentuk dari doxing. 

Berbagi informasi pribadi secara berlebihan di aplikasi kencan dan media sosial adalah sesuatu yang dapat menyebabkan masalah besar di masa depan. Pengguna meninggalkan jejak besar informasi pribadi mereka secara online sehingga membuatnya mudah untuk diambil dan digunakan bagi para doxer (pelaku doxing).

Akses doxer ke alamat rumah target, tempat kerja, nama, nomor telepon, dan lainnya. Telah meningkatkan risiko untuk menjadikan ancaman dari dunia online tersebut ke dunia fisik. Misalnya, setiap enam (16%) responden mengaku pernah mengalami kejahatan doxing.

Selain itu, sebanyak 11% responden yang menghadapi kejahatan doxing saat berkencan online, tidak tahu bahwa mereka telah menjadi korban doxing.

Penelitian juga mengungkap lebih detail tentang ancaman privasi yang dihadapi pengguna saat berkencan online. Sebanyak 40% orang yang diwawancarai mengakui, saat berkomunikasi secara online, pasangan mereka membagikan tangkapan layar percakapan tanpa persetujuan kedua pihak.

Kemudian mengancam untuk menyebarkan informasi pribadi yang ditemukan secara online, membocorkan foto intim mereka, atau membuntuti mereka di kehidupan nyata, yang juga merupakan konsekuensi langsung dari doxing. 

Masalah yang paling umum adalah cyberstalking dengan 17% responden mengakui, mereka telah diawasi di media sosial oleh orang yang sebelumnya tidak cocok (unmatched) di aplikasi kencan

Mencegah Ancaman
Anna Larkina, pakar keamanan di Kaspersky menuturkan, media sosial dan berbagai aplikasi yang hadir, memang membuat kencan lebih mudah bagi kita. 

“Anda juga mungkin menemukan cinta dalam hidup Anda secara online. Tetapi sayangnya, di sana juga terdapat bot dan penipu yang mencari korbannya pada platform aplikasi kencan,” ucapnya.

Itulah sebabnya, lanjut Anna, saat berkomunikasi dengan seseorang secara online, tetap penting untuk mengingat aturan dasar privasi digital. Untuk berkencan secara online dengan aman, ia pun menyarankan untuk tidak membagikan informasi pengenal pribadi, seperti nomor telepon, lokasi, rumah, alamat kantor dan lainnya.

“Mencegah ancaman pada tahap awal seperti itu akan membuat Anda lebih dapat menikmati kencan online tanpa rasa khawatir,” tuturnya.

Jika Anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana teknologi dapat mengubah lanskap dalam berkencan, ikuti tautan berikut ini.

Pelajari tentang bagaimana pengguna dapat menjadi target doxing dan temukan cara meminimalkan risiko pencurian informasi pribadi di video bertajuk “Doxing: bahaya dan cara mencegahnya” secara gratis, yang dikembangkan oleh pakar privasi Kaspersky bersama dengan Endtab.org.

Untuk menjaga informasi pribadi Anda tetap terlindungi, Kaspersky juga merekomendasikan sejumlah hal:

1. Menangani data online pribadi secara bertanggung jawab dengan mengikuti tips dari Kaspersky “Daftar Periksa Definitif: cara melindungi data Anda secara online”.

2. Selalu periksa pengaturan izin pada aplikasi yang Anda gunakan, untuk meminimalkan kemungkinan data Anda dibagikan atau disimpan oleh pihak ketiga – dan seterusnya – tanpa sepengetahuan Anda.

3. Menggunakan otentikasi dua faktor. Ingatlah, menggunakan aplikasi yang menghasilkan kode satu kali lebih aman daripada menerima faktor kedua melalui SMS. Jika Anda membutuhkan keamanan tambahan, gunakan kunci 2FA perangkat keras

4. Menggunakan solusi keamanan yang andal seperti Kaspersky Password Manager untuk menghasilkan dan mengamankan kata sandi unik setiap akun, dan hindari menggunakan kembali kata sandi yang sama berulang kali

5. Mencari tahu apakah ada kata sandi yang digunakan untuk mengakses akun online Anda telah disusupi, dengan menggunakan alat seperti Kaspersky Security Cloud. Fitur Pemeriksaan Akunnya dapat membantu pengguna untuk memeriksa kemungkinan kebocoran data. 

Jika kebocoran terdeteksi, Kaspersky Security Cloud akan memberikan informasi tentang kategori data yang dapat diakses publik, sehingga individu yang terinfeksi dapat mengambil tindakan yang tepat

6. Selalu mempertimbangkan konten yang Anda bagikan secara online dan hindari mebagikan informasi pribadi yang dapat digunakan oleh orang lain

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER