Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|19:30 WIB

Vaksinasi Untuk Masyarakat Adat Badui

1.000 anggota masyarakat adat Badui di Lebak, Banten menjalani vaksinasi hari ini.

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Rendi Widodo

ImageVaksinasi masyarakat adat di Lebak, Banten. Dok. Kemdikbudristek

JAKARTA – Sebanyak 1.000 anggota masyarakat adat Badui di Lebak, Banten menjalani vaksinasi hari ini. Vaksinasi ini ini diinisiasi oleh Kemdikbudristek bersama Kemenko PMK, lewat Tim Koordinasi layanan advokasi bagi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Menurut Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Kemdikbudristek, Sjamsul Hadi, inisiatif pemberian vaksin untuk masyarakat adat dipersiapkan melalui rapat koordinasi yang melibatkan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah terkait, dan LSM.

Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi masyarakat adat, mulai dari Pemerintah Kabupaten Lebak, Mandalawangi, Persatuan Urang Baduy (PUB), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Pemberian vaksin bagi masyarakat adat mendapat respons yang positif dari berbagai pihak terkait. Kegiatan vaksinasi kepada masyarakat adat diharapkan dapat memutus rantai dan mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Sjamsul dikutip dari siaran pers, Kamis (14/10).

Ia menambahkan, vaksinasi merupakan wujud pemenuhan hak-hak masyarakat adat untuk tetap sehat di tengah era pandemi saat ini. Menurutnya, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luas terhadap masyarakat, tidak terkecuali bagi masyarakat adat

Sjamsul menilai, masyarakat adat juga merupakan kelompok yang dianggap rentan terhadap penularan Covid-19. Pasalnya, selalu ada interaksi mereka dengan orang-orang yang kerap keluar-masuk ke lingkungan adat.

Karena itu, vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk memastikan agar masyarakat atau komunitas adat serta generasi penerusnya, mampu bertahan dari pandemi. Sehingga masyarakat adat bisa terus beraktivitas dalam kesehariannya, secara khusus terus menjaga dan menghidupi wilayah adatnya.

“Ini merupakan salah satu upaya pemenuhan hak-hak masyarakat adat sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan dapat membuka akses kesehatan bagi seluruh masyarakat adat di Indonesia,” imbuhnya.

Sebagai informasi, selain pemberian vaksin, Kemdikbudristek dan Kemenko PMK juga melakukan sejumlah aksi, seperti penanaman bibit pohon. Selain itu, ada juga program penyerahan sarana penunjang kesehatan seperti masker, sabun cuci tangan hingga vitamin, serta penunjang pendidikan bagi masyarakat adat.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA