Selamat

Senin, 26 Juli 2021

TEKNO

21 Juli 2021|15:34 WIB

UGM Kembangkan Alat Bantu Produksi Oksigen Dengan Teknik PSA

Alat bantu produksi oksigen tersebut nantinya digunakan untuk skala yang lebih besar, bukan perseorangan

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageSeorang petugas mendata tabung berisi oksien untuk pasien terkonfirmasi COVID-19 di ruang isolasi Rumah Sakit Mitra Siaga (RSMS), Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Antara/dok

JAKARTA – Ledakan kasus covid-19 yang terjadi belakangan ini sempat membuat jumlah oksigen medis mengalami kelangkaan, akibat meningkatkan kebutuhan. 

Kondisi tersebut menarik perhatian tim dosen Universitas Gadjah Mada (UGM). Dr. Jayan Sentanuhady bersama Eka Firmansyah, Ph.D., dari Fakultas Teknik UGM lantas menggagas pengembangan alat bantu produksi oksigen untuk skala bangsal rumah sakit.

"Alat ini nanti diharapkan bisa membantu pasien di rumah-rumah sakit yang sedang membutuhkan oksigen. Tetapi yang akan kami kembangkan bukan untuk skala kecil atau perseorangan, tetapi untuk 5-6 orang sekaligus dalam satu bangsal," ujar Jayan yang dikutip dari laman resmi UGM, Selasa (20/7).

Dalam menghasilkan oksigen tersebut akan dilakukan dengan teknik Pressure Swing Adsorption (PSA). Cara menghasilkan oksigen lewat PSA ini terbilang sederhana, yakni hanya butuh kompresi dan adsorpsi, serta tekanannya yang diubah-ubah atau dibolak-balik.

Selain sederhana, biaya yang dikeluarkan untuk teknik PSA ini juga murah dibandingkan dengan teknik penghasil oksigen lainnya. Salah satunya teknik cryogenic, yang dianggap paling bagus selama ini. Untuk teknik cryogenic, pembuatannya harus melalui proses panjang dengan perbandingan ekstrem.

"Dengan teknik cryogenic ini bisa dihasilkan kemurnian oksigen hingga 99%, cuma teknik ini sulit dan mahal,” katanya.

Oleh sebab itu, Jayan dan tim akan mengembangkan teknik PSA dengan kemurnian oksigen yang tak jauh berbeda dengan cryogenic. Menariknya, teknik PSA dengan harga murah tersebut dapat menghasilkan tingkat kemurnian oksigen yang sudah cukup bagi kebutuhan pasien.

“PSA kan hanya 95% tingkat kemurniannya, tapi 95% itu sudah cukup bagi pasien, kan kalau kita sakit, dokter tidak akan memberikan 95% oksigen itu ke kita, tetapi pasti diencerkan dengan udara sampai persentase oksigen yang dibutuhkan pasien,” paparnya.

Jayan mengatakan, hasil kemurnian oksigen dari teknik PSA tersebut dipengaruhi dengan flow rate. Artinya, semakin tinggi tekanan adsorpsi, maka kian meningkat juga kemampuan penyerapan oksigennya.

Sementara jika semakin rendah tekanan adsorpsi, maka kemampuan penyerapan oksigennya juga semakin rendah juga. 

“Inilah salah satu kelemahan sistem PSA, karena kemurnian penyerapan oksigennya sangat dipengaruhi dengan flow rate tersebut,” ungkapnya.

Menurut Jayan, oksigen hasil buatan UGM tersebut sama saja dengan oksigen medis atau industri. Sebab, oksigen medis dan non-medis hanya dibedakan alat-alat yang digunakan dalam prosesnya saja. Misalnya, pada oksigen industri boleh menggunakan kompresor dengan oil atau minyak pelumas.

"Kalau oksigen medis harus oil free, sehingga harganya jauh lebih mahal. Nah, teknik dan proses yang berbeda tersebut hanya akan menghasilkan perbedaan tingkat kemurnian oksigen saja. Namun, hasil oksigennya sama saja," jelasnya.

Meski demikian, oksigen yang dibuat dari teknik PSA ini telah dijual di pasaran untuk perseorangan dengan harga relatif murah. Namun, inovasi yang akan dikembangkan tersebut bukan untuk perorangan, tetapi kapasitasnya lebih besar lagi.

Dosen Fakultas Teknik UGM tersebut mengungkapkan, bahwa pembuatan alat bantu oksigen ini tidak semulus yang dibayangkan karena terdapat kendala yang dihadapi. Salah satunya, alat bantu ini untuk pernafasan manusia sehingga perlu melalui medical grade.

"Semua harus melalui itu, baik dari mulai kompresor, tubing, tabung dan komponen-komponen lainnya. Misalnya, kompresor yang harus digunakan tipe oil free dengan harga cukup mahal dan relatif susah untuk mendapatkannya bila dibandingkan tipe pelumas," pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA