Selamat

Senin, 26 Juli 2021

PARIWISATA

14 Juli 2021|16:00 WIB

Tukad Cepung, Surga Tersembunyi Di Bali

Karena keelokannya, dijuluki air terjun dari langit

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageAir Terjun Tukad Cepung. Sumber foto: Shutterstock/dok

JAKARTA – Nama air terjun Tukad Cepung memang belum terlampau terkenal di telinga masyarakat. Mungkin karena lokasinya yang cukup tersembunyi, di Banjar Penida Kelod, Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali. 

Padahal, air terjun dengan ketinggian 15 meter ini memiliki keindahan alam yang sangat luar biasa. Ditambah, pantulan sinar matahari yang membuatnya semakin mempesona. Maka dari itu, tak salah jika dijuluki sebagai air terjun dari langit.

Lebih mempesona lagi lantaran air terjun ini dikelilingi tebing-tebing tinggi yang menyerupai goa. Kesan teduh dimunculkan lewat lumut-lumut hijau yang tumbuh menjalar di sepanjang dinding tebing. Tak heran tempat ini menjadi salah satu lokasi foto terbaik.

Namun untuk bisa menyambangi Tukad Cepung, dibutuhkan tekad yang kuat. Mengingat lokasinya yang jauh dari kota dan aksesnya yang sulit. 

Setibanya di sana, wisatawan akan disambut dengan upacara Mesirat, yang dilakukan oleh pemuda lokal dengan memercikan air suci sebagai perlambang pembersihan diri.

Selanjutnya agar wisatawan tidak salah jalan, para pemuda tersebut akan mendampingi dalam melewati jalan berundak. Tentu saja perjalanan ini juga menawarkan keindahan karena dipenuhi dengan pepohonan.

Beberapa meter sebelum sampai di wilayah air terjun, terdapat aliran air bendungan yang cukup dalam. Air bendungan ini biasa digunakan oleh masyarakat desa untuk mandi atau berendam.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan menuruni jalan setapak yang berundak-undak. Setelahnya, keseruan dan tantangan barulah dimulai, dengan menyelinap di sela-sela tebing batu, karena jalan yang dilalui sangatlah sempit. Hingga surga tersembunyi yang membuat penasaran akhirnya terlihat dengan sangat menawan.

Satu hal yang wajib dilakukan ketika berkunjung ke tempat ini adalah selalu menjaga kebersihan dan sikap. Sementara untuk tiket masuk, seperti dikutip dari laman Dinas Pariwisata Bali, pihak pengelola tidak mematok harga tiket. Wisatawan bisa berkontribusi sesuai dengan kerelaannya.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA