Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

KULTURA

26 Januari 2023

12:09 WIB

Tesla Mulai Fokus Produksi Truk Listrik Semi Secara Massal

Tesla akan membangun dua pabrik baru yang salah satunya akan menjadi tempat produksi truk listrik Semi secara massal.

Editor: Satrio Wicaksono

Tesla Mulai Fokus Produksi Truk Listrik Semi Secara Massal
Deretan Tesla terparkir di stasiun pengisian yang berada di depan Gedung Tesla di Las Vegas. Shutterstock/RYO Alexandre

JAKARTA - Tesla mengumumkan bahwa pihaknya menginvestasikan US$3,6 miliar atau setara Rp54 triliun untuk membangun dua pabrik baru di kompleks pabrik giga Reno, Nevada. Kedua pabrik tersebut nantinya akan mempekerjakan sebanyak 3 ribu pekerja tambahan. 

Angka tersebut lebih besar dari investasi awal perusahaan sebesar US$3,5 miliar, ketika membuat komitmen untuk membangun fasilitas di kompleks tersebut pada tahun 2014.

Nantinya, seperti dikutip dari Antara, salah satu pabrik baru di Nevada akan memproduksi baterai tipe 4680. Sementara yang lain akan menjadi pabrik pertama Tesla yang memproduksi truk listriknya, Semi, secara massal.

Pembuat mobil tersebut mengirimkan Truk Semi produksi pertamanya ke Pepsi pada Desember 2022, lima tahun setelah pertama kali memamerkannya dan setelah beberapa kali penundaan.

Saat ini Tesla hanya memproduksi truk dalam jumlah terbatas, tetapi sudah lama berencana untuk memulai produksi massal di Nevada. Truk Semi menggunakan energi kurang dari 2 kWh per mil, dan dapat menempuh jarak antara 300 dan 500 mil dengan sekali pengisian daya.

Tesla mengklaim pemilik akan menikmati penghematan bahan bakar yang diperkirakan hingga US$200 ribu dalam tiga tahun pertama.

Sementara pabrik baterai tipe 4680 akan membantu Tesla mencapai tujuan untuk memangkas biaya baterai hingga setengahnya. Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan produksi agar dapat menjual 20 juta kendaraan listrik pada tahun 2030.

Tesla memperkenalkan baterai tipe 4680 sebagai opsi berkapasitas lebih tinggi tetapi lebih murah untuk menggerakkan kendaraannya. Dinamakan 4680 lantaran sel baterai berukuran 46mm kali 80mm.

Namun, menurut Reuters, perusahaan mengalami masalah dalam meningkatkan produksinya karena teknik pelapisan kering yang digunakan untuk melapisi selnya.

Tesla tidak mengatakan bagaimana mengatasi masalah tersebut. Tetapi dikatakan bahwa pabrik baru akan memiliki cukup kapasitas memproduksi baterai tipe 4680 untuk 1,5 juta kendaraan tugas ringan setiap tahun, demikian disiarkan Engadget, Rabu (25/1).


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER