Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

29 Desember 2021

09:11 WIB

Tebing Breksi Tutup Lebih Awal Di Malam Tahun Baru

Destinasi Tebing Breksi akan menghindari terjadinya kerumunan di malam tahun baru dengan mempercepat jam tutupnya.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Rendi Widodo

Tebing Breksi Tutup Lebih Awal Di Malam Tahun Baru
Tebing Breksi di Sleman, Yogyakarta. Dok. Ist/Hafizd

JAKARTA – Satu pekan menjelang pergantian tahun, langkah strategis diambil oleh pengelola destinasi wisata Tebing Breksi yang berada di Sleman, Yogyakarta. Di mana pengelola akan menutup salah satu destinasi favorit masyarakat Jogja tersebut menjelang malam pergantian tahun untuk menghindari adanya kerumunan.

Berdasarkan instruksi Bupati No.39 Tahun 2021, pemerintah membatasi jam operasional objek wisata hingga pukul 10 malam. Hal itu dikarenakan untuk mencegah adanya penyebaran virus covid-19 terutama varian Omicron yang hari ini sudah cukup banyak terdeteksi di Indonesia.

Sebagaimana diketahui Tebing Breksi menjadi salah satu destinasi wisata yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk menghabiskan malam pergantian tahun. Mengingat pesona suasana outdoor yang disajikannya, banyak masyarakat yang melakukan perayaan seperti berkumpul Bersama keluarga hingga menyaksikan pesta kembang api.

Atas dasar itulah pengelola wisata menginformasikan bahwa jam operasional pada tanggal 31 Desember 2021, destinasi ini hanya akan beroperasi hingga pukul lima sore saja. Kebijakan ini terpaksa diambil untuk mengantisipasi masyarakat yang membandel dan tidak ingin keluar Kawasan jika tidak ada peraturan yang mengikat.

“Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi kerumunan wisatawan yang nggak keluar sehingga kita melakukan penutupan lebih awal,” tulis pengelola sebagaimana dikutip dari laman resmi Tebing Breksi, Selasa (28/12).

Untuk diketahui, sebelum terkenal seperti saat ini, pada zaman dahulu Tebing Breksi merupakan salah satu sumber ekonomi bagi para penambang kapur. Pada mulanya tebing ini adalah tebing kapur yang terbentuk akibat adanya letusan Gunung Api Nglanggeran berjuta-juta tahun lalu. Endapan abu vulkanik tersebut lantas mengeras, membatu, dan mengapur.

Setelah berpuluh-puluh tahun ditambang pada tahun 2014 tim peneliti dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Pembangunan Nasional mendatangi lokasi yang kala itu hanya menyisakan sepersepuluh dari volume awal tebing. Hasilnya ditemukan jenis batuan langka yaitu
Tufan sehingga tebing ini ditetapkan sebagai Geoheritage Yogyakarta dan menghentikan aktivitas tambang.

Setelah aktivitas pertambangan berhenti segelintir orang pun sering bermain di sekitaran tebing untuk menikmati pemandangan. Panorama yang indah dan cantik mereka abadikan dalam sebuah jepretan ponsel yang selanjutnya diunggah di media sosial. Siapa sangka pelan tapi pasti unggahan demi unggahan tersebut menaikan pamor Tebing Breksi dan menjadikannya destinasi utama di Kota Pelajar.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER