Selamat

Rabu, 20 Oktober 2021

06 Oktober 2021|20:56 WIB

Tak Ada Lagi Ganjil-Genap Di Kuta Dan Sanur

Gubernur Bali Wayan Koster menilai, penerapan itu tak efektif.

Oleh: Rikando Somba

ImageSeorang petugas berjalan di area Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Selasa (5/10/2021). ANTARAFOTO/Fikri Yusuf

DENPASAR – Kawasan wisata Pantai Sanur, Kota Denpasar dan Pantai Kuta, Kabupaten Badung kini bebas dilalui kendaraan. Kebijakan lalu lintas kendaraan dengan plat nomor ganjil genap menuju kawasan yang telah berjalan sejak 25 September 2021 kini dihentikan. Gubernur Bali Wayan Koster menilai, penerapan itu tak efektif. 

"Setelah dilakukan evaluasi, kebijakan pemberlakuan nomor kendaraan ganjil genap itu tidak efektif. Oleh karena itu, saya berdiskusi dengan Bapak Kapolda agar kebijakan itu dicabut," kata Koster saat menyampaikan keterangan terkait SE No 18 Tahun 2021 di Denpasar, Rabu.

Dikutip dari Antara, kebijakan ganjil genap berlaku pada hari Sabtu dan Minggu, yang berlangsung tiga jam di pagi hari (06.30-09.30 Wita) dan tiga jam pada sore hari (15.00-18.00 Wita). Kebijakan ganjil-genap diberlakukan untuk kendaraan bermotor perseorangan, baik roda empat maupun roda dua.

Pembatasan arus tidak berlaku untuk kendaraan dengan TNKB berwarna dasar merah, TNKB berwarna dasar kuning, kendaraan dinas operasional TNI/Polri, kendaraan kepentingan tertentu, kendaraan pengangkut logistik, kendaraan operasional karyawan yang digunakan untuk menjemput tamu VIP dan jenis angkutan online (daring) yang membawa makanan.

Kini, Gubernur Wayan Koster mengeluarkan keputusan baru.  Pencabutan pembatasan arus lintas kendaraan dengan plat nomor ganjil genap di Sanur dan Kuta itu diatur dalam SE No 18 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) COVID-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. 

Surat yang sama juga mengatur kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan diizinkan beroperasi 50% sampai dengan pukul 22.00 Wita.

"Jadi, dengan SE yang baru ini, maka SE No 16 yang mengatur tentang ganjil genap sebelumnya tidak berlaku lagi," ucap Koster.

Meskipun kebijakan ganjil genap dicabut, Gubernur Bali mengingatkan agar tetap memperhatikan kapasitas keterisian fasilitas parkir.

Dia menjelaskan, untuk kunjungan kelompok masyarakat risiko tinggi diatur dengan ketentuan penduduk berusia di atas 70 tahun tidak diizinkan memasuki pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan.

Sementara pengunjung usia di bawah 12 tahun dalam kondisi sehat, dan tidak menunjukkan gejala covid-19, serta harus didampingi orang tua diizinkan masuk ke mal.

"Ibu hamil diizinkan masuk ke mal setelah mendapatkan vaksinasi dua kali dengan kondisi badan sehat dan tidak menunjukkan gejala covid-19," ucapnya.

Diatur pula, bioskop di dalam pusat perbelanjaan atau mal boleh dibuka dengan ketentuan jumlah pengunjung 50% dari kapasitas.

 

Terkait wilayah Sanur, Menteri BUMN Erick Thohir mengharapkan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali, membangkitkan kembali pariwisata Bali.

"Memulai awal minggu yang penuh wara nugraha dengan bertemu Gubernur Bali, Pak Wayan Koster, kami membahas pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur. Potensinya besar dan melimpah sehingga bisa menjadi prioritas untuk berperan dalam membangkitkan kembali pariwisata di Bali," ujar Erick Thohir seperti dikutip dari akun Instagram @erickthohir di Jakarta, Rabu.

Erick bersama Gubernur Bali Wayan Koster juga membahas kesiapan perusahaan BUMN menjelang dibukanya kembali penerbangan Internasional ke Bali. Penambahan akses penerbangan ke Bali melalui maskapai Garuda atau Citilink juga maskapai lainnya, serta menyiapkan fasilitas kesehatan yang melibatkan BUMN holding rumah sakit dan BUMN farmasi, juga harus disiapkan.

"Kesiapan dan kewaspadaan Bandara Internasional Ngurah Rai sebagai akses utama para wisatawan harus benar-benar terjaga dan ditingkatkan untuk memastikan pelayanan dengan standar prokes yang terjamin," katanya.

Sebelumnya, Kementerian BUMN mendukung pemulihan sektor pariwisata Provinsi Bali terkait dengan rencana pembukaan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk penerbangan internasional pada 14 Oktober mendatang.

Menteri BUMN mengatakan, dukungan tersebut diberikan karena ia menilai sudah saatnya perekonomian masyarakat Bali pulih kembali usai terdampak pandemi ini.

 

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA