Selamat

Selasa, 21 September 2021

15 September 2021|12:38 WIB

Taat Prokes Jadi Prioritas Utama Hadapi Pembukaan Bioskop

Bioskop wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Rendi Widodo

ImageIlustrasi pop corn bioskop. Pixabay/Dbreen

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengizinkan jaringan bioskop di Ibu Kota untuk buka kembali. Izin tersebut menyusul keputusan pemerintah pusat yang membolehkan bioskop-bioskop di daerah dengan status PPKM level 3 dan 2 untuk beroperasi kembali mulai 14 September 2021.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya mengatakan, saat ini seluruh bioskop yang ada di Ibu Kota telah terintegrasi dengan sistem Peduli Lindungi, sebagai salah-satu persyaratan operasional bioskop. Dengan begitu, proses skrining terhadap pengunjung bioskop akan bisa dilakukan secara lebih efektif.

Izin pembukaan kembali bioskop di Jakarta berlaku mulai Selasa (14/9). Pemprov DKI menyatakan pembukaan saat ini adalah fase uji coba untuk memastikan keamanan aktivitas masyarakat di bioskop.

“Tentu kita sangat antusias dengan uji coba pembukaan bioskop ini. Alhamdulillah seluruh bioskop di Jakarta sudah terintegrasi dengan Peduli Lindungi, jadi dapat terpantau hanya yang sudah vaksin yang boleh masuk ke bioskop,” ungkap Gumilar kepada Validnews, Selasa.

Untuk itu, Gumilar meminta para pengelola bioskop agar mematuhi ketentuan operasional pembukaan bioskop pada masa perpanjangan PPKM Jawa-Bali periode 14–20 September 2021. Ketentuan itu sebagaimana termuat dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021.

Adapun isi instruksi tersebut, diantaranya, bioskop wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai. Kemudian wajib menerapkan kapasitas maksimal 50% dan hanya membuka akses bagi pengunjung dengan kategori Hijau atau sudah divaksin.

Ketentuan lainnya, pengunjung usia di bawah 12 tahun dilarang masuk ke bioskop; pengunjung dilarang makan dan minum di dalam bioskop, serta mengikuti protokol kesehatan yang ketat sebagaimana diatur Kemenparekraf maupun Kemenkes RI. Selain itu, Kemenparekraf diberi wewenang untuk menentukan jaringan bioskop mana saja yang dibolehkan untuk buka kembali.

Khusus bagi kalangan pengunjung bioskop, Gumilar mengingatkan agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik, seperti memakai masker, menjaga jarak serta rajin mencuci tangan.

“Untuk warga DKI, dengan dibukanya bioskop, tentu ini menjadi kabar gembira bagi yang sudah kangen nonton film layar lebar. Tetap patuhi prokes, tetap pakai masker selama berada di bioskop,” pesannya.

Meski sudah ada izin sejak Selasa, sampai saat ini bioskop-bioskop di Ibu Kota masih belum dibuka. Jaringan bioskop terbesar di tanah air, Cineplex 21 Group misalnya, dipantau dari akun sosial media resminya, juga belum mengumumkan kapan pastinya akan mulai menerima pengunjung.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Djonny Syafruddin sebelumnya mengatakan bahwa bioskop tidak akan langsung buka pada hari pertama keluarnya izin dari pemerintah. 

Pasalnya, pihak pengelola bioskop terlebih dahulu harus menyiapkan berbagai hal, termasuk mempersiapkan film-film yang akan tayang, setelah cukup lama bioskop-bioskop mengalami kevakuman karena pandemi.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER