Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|16:27 WIB

Singapura Diharap "Buka Keran" Wisata Ke Kepri

Pemerintah Kepulauan Riau meyakini kalau daerahnya telah memenuhi syarat untuk menyambut kedatangan turis luar negeri

Oleh: Satrio Wicaksono

ImagePantai Bale Bale, Batam, Kepulauan Riau. Kemenparekraf lakukan uji coba pembukaan akses masuk kawasan wisata Batam dan Bintan bagi wisatawan asing. Antara foto/dok.

JAKARTA – Sejumlah daerah yang memiliki potensi wisata, telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut wisatawan, termasuk dari mancanegara. Selain Bali, hal itu juga dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).  

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad pun meminta kepada Pemerintah Singapura melalui Wakil Menteri Bidang Luar Negeri dan Pendidikan Singapura, Mohammad Maliki Bin Oesman, agar membuka akses masuk masyarakat Singapura ke wilayahnya.

Menurutnya, hal itu penting untuk menjadi perhatian Pemerintah Singapura sebagai negara yang berdekatan langsung dengan Indonesia, khususnya Kepri. Apalagi selama ini hubungan kerjasama antara kedua negara kedua juga sudah berjalan baik, terutama dalam dunia pariwisata.

Permintaan Gubernur ini berkaitan erat dengan rencana program travel bubble di wilayah Kepri, terutama untuk objek wisata Lagoi di Kabupaten Bintan dan Nongsa Marina di Kota Batam.

"Presiden RI kembali membuka travel bubble untuk Kepri dan Bali. Kita sudah mempersiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan, termasuk konsep karantina wilayah di Batam dan Bintan," kata Gubernur dalam komunikasinya melalui video conference dengan Mohammad Maliki Bin Oesman, Kamis (14/10), dilansir dari Antara.

Ansar Ahmad berharap kepada Maliki agar Indonesia dapat menjadi pembahasan Pemerintah Singapura terkait travel bubble atau kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya ke Kepri.

Pihaknya juga memastikan bahwa kondisi covid-19 di daerah tersebut sudah mulai membaik. Di mana capaian asesmen yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan RI per 13 Oktober 2021, menunjukkan angka positive rate di Kepri telah mencapai 0,3%, BOR 3.01%, konfirmasi kasus harian juga sudah di angka satu digit. 

Selain itu, tracing rata-rata 20 orang dari satu orang yang terkonfirmasi postif covid-19.

"Saat ini Kepri juga sudah berada di PPKM Level 1 berdasarkan assesment levelisasi. Saya rasa semua syarat yang dibutuhkan untuk Kepri sudah terpenuhi, dan kita sudah sangat siap untuk untuk menerima wisman," papar Gubernur.

Lebih lanjut pihaknya juga berterima kasih atas bantuan yang sudah diberikan Pemerintah Singapura berupa dosis vaksin Astrazeneca. Bantuan tersebut cukup membantu mempercepat pencapaian target vaksinasi di Kepri.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Singapura Maliki Bin Oesman mengapresiasi atas capaian penanganan covid-19 di Kepri yang penurunannya sangat signifikan dan membaik. Menurutnya, untuk membuka akses wisman antara Indonesia dan Singapura, khususnya wilayah Kepri, akan dibahas kembali di internal Pemerintah Singapura.

"Kementerian Kesehatan dan Pariwisata Singapura juga menindaklanjuti dengan mengecek data-data perkembangan covid-19 di Indonesia, khususnya Kepri," ucapnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA