Selamat

Jumat, 24 September 2021

15 September 2021|18:10 WIB

Shoey, Tradisi Minum Alkohol Dari Sepatu Ala Orang Australia

Tradisi serupa juga pernah dilakukan oleh orang Ingris dan Jerman

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageShoey, tradisi mimum minuman beralkohol dari sepatu yang dilakukan di F1. @RedbullRacing/dok

JAKARTA – Pada ajang Formula 1 GP Italia 2021, Minggu (12/9), pembalap McLaren, Daniel Ricciardo berhasil menjadi juara setelah menyelesaikan 53 lap. Berbeda dengan selebrasi yang biasa dilakukan di atas podium dengan saling menyemprotkan sparkling wine, pembalap asal Australia itu malah melepaskan sepatu yang dipakainya.

CEO McLaren, Zak Brown yang berada di atas podium lantas menuangkan sparkling wine ke dalam sepatu Ricciardo, yang kemudian diminum oleh sang pembalap dan disambut sorak sorai penonton. 

Ini bukan pertama kalinya Ricciardo melakukan aksi serupa. Malah, ini menjadi 'tradisi' baginya setiap naik ke atas podium sejak tahun 2016.

Shoey namanya. Sebuah tradisi meminum dari sepatu yang berasal dari Australia. Tidak hanya Ricciardo, pembalap MotoGP Jack Miller yang berkebangsaan Australia juga pernah melakukan aksi serupa di atas podium. Salah satunya ketika di MotoGP Prancis 2021 lalu, saat ia memenangkan balapan. Dengan bantuan pembalap Yamaha Fabio Quartararo, Miller meminum champagne dari sepatu yang dipakainya.

Apa sih yang menjadi latar belakang dari tradisi shoey? Dilansir dari The New York Times, sebenarnya masih belum diketahui jelas bagaimana tradisi shoey bisa ada di Australia. Diperkirakan, tradisi ini sudah ada sejak 20 tahun lalu, sebagai salah satu bentuk perayaan di pesta atau kemenangan dalam kompetisi olahraga. 

Ada yang menduga kalau shoey mulai ada sejak akhir tahun 90-an, dan karena kemunculannya dalam sebuah video yang diunggah di YouTube pada 2006 lalu. Video tersebut menampilkan seseorang yang meminum bir dari sepatu mereka di tengah keramaian.

"Awalnya ini datang dari beberapa orang Aussie yang dipanggil Mad Hueys. Mereka umumnya berkeliling dunia untuk memancing dan berselancar dan senang minum bir, dan begitulah shoey dimulai," cerita Ricciardo pada SkySports beberapa tahun lalu.

Ricciardo sendiri memperkenalkan shoey pada saat di F1 GP Jerman 2016, ketika dirinya berhasil finis di urutan kedua. Ia mengaku terinspirasi dari Miller yang telah lebih dahulu melakukannya saat memenangkan balapan di MotoGP Belanda 2016, di sirkuit Assen. 

Untuk menghormati dan membuat bangga orang Australia, Ricciardo dan Miller pun terus melakukan tradisi tersebut saat naik ke atas podium atau memenangkan balapan.

Tidak hanya di Australia, Jerman juga mempunyai tradisi yang hampir mirip dengan shoey. Tradisi tersebut bernama 'Das Boot', yakni meminum bir dari sepatu boot. Tradisi ini sudah ada di Inggris sejak tahun 1800-an. Namun pada tahun 1870-an, orang-orang Inggris mulai meninggalkan kebiasaan tersebut, hingga akhirnya kemudian diadopsi oleh orang Jerman.

Dikutip dari Vinepair, berbeda dengan orang Inggris, orang Jerman menggunakan sepatu boot yang besar ketika mereka meminum bir, bahkan hingga satu liter dan beramai-ramai. Kebiasaan itu pun terus berlanjut, bahkan sampai Perang Dunia I. 

Para tentara Jerman dikatakan akan mendapatkan keberuntungan apabila melakukan Das Boot. Tradisi ini masih tetap ada. Namun ketimbang melakukannya pada sepatu boot sungguhan mereka menggantinya dengan gelas berbentuk sepatu boot berukuran sangat besar sehingga bisa dinikmati ramai-ramai.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER