Selamat

Jumat, 24 September 2021

15 September 2021|17:30 WIB

Selebriti Dan Dampak Negatif Media Sosial

Sebanyak 45% pengguna Facebook di Amerika Serikat memutuskan untuk menon-aktifkan akun mereka

Penulis: Kevin Sihotang,

Editor: Rikando Somba

ImagePenyanyi Lana Del Rey. Lanadelrey.com/dok

JAKARTA – Baru-baru ini, penyanyi Lana Del Rey mengumumkan bahwa ia akan berhenti beraktivitas di semua akun media sosialnya. Padahal sebelumnya, Lana dikabarkan akan segera merilis album barunya bertajuk Blue Bannisters pada 22 Oktober mendatang. 

Lana dan timnya akan melakukan deaktivasi tersebut terhitung sejak Senin (13/9) lalu. 

Hal itu cukup mengagetkan para penggemar, lantaran sebelumnya perilisan album tersebut sempat mengalami penundaan. Namun, penyanyi berusia 36 tahun itu mengumumkan lewat akun Instagramnya bahwa ia akan melakukan deaktivasi akun-akun medsosnya, terutama akun Instagram dan Twitternya.

Dalam unggahannya, Lana mengaku alasan mengapa ia keluar dari aktivitas di media sosial adalah kesibukannya pada beberapa pekerjaannya yang lain.

“Saya memiliki begitu banyak ketertarikan yang lain dan pekerjaan-pekerjaan lain yang sedang saya kerjakan memerlukan privasi dan transparansi,” kata Lana, dikutip dari Stereogum, Rabu (15/9). 

Meski demikian , Lana mengaku masih akan terus menulis lagu dan puisi, serta memproduksi beberapa konten kreatifnya yang lain. 

Terlibat Kontroversi
Alasan yang diungkapkan oleh Lana itu disangsikan oleh beberapa pihak. Pasalnya, Lana kerap terlibat kontroversi terkait unggahan-unggahannya di media sosial. Sejak awal pandemi, ia membuat beberapa unggahan yang dinilai beberapa orang sebagai tindakan rasis. Kemudian ia juga tanpa ragu mengunggah video kasus penjarahan di akun instagramnya. 

Ia juga pernah mengunggah foto kontroversial, yakni foto dirinya yang tengah memakai masker tipis berbentuk jaring-jaring yang sudah tentu tidak ampuh untuk menangkal peredaran virus corona. Selain itu, ia juga kerap beradu argumen atau bentrok dengan beberapa penggemar dan para kritikus di Twitter. 

Bahkan, dilansir TMZ, Lana memang sudah bertindak kontroversial di media sosial sejak tahun 2010 silam. Ia kerap mempertunjukkan seolah ia mengagungkan hal-hal berbau pemerkosaan atau pelecehan seksual. Ia juga pernah salah bicara dan menyinggung ras kulit hitam. Kemudian ia dikenal dengan caranya membela diri yang dinilai banyak pihak seperti orang yang tuli nada atau tidak berperasaan. Mungkin, sebenarnya Lana hanya ingin “beristirahat” dari membuat kontroversi di media sosial. 

Dilakukan Selebritis Lain
Lana Del Rey bukan satu-satunya selebritis yang keluar dari media sosial. Sebelumnya, ada beberapa nama besar yang memutuskan untuk menghentikan aktivitas di media sosial.

Pada 24 Maret lalu, model dan artis televisi, Chrissy Teigen “mengundurkan diri” dari Twitter.  

Istri penyanyi John Legend itu mengaku bahwa Twitter memberikan dampak negatif bagi kehidupannya. Terlebih ia merasa bahwa warganet kerap menuding dirinya sebagai seseorang yang sangat defensif dan suka membalas kritikan dengan sesuatu yang lebih kejam. 

Kemudian pada 28 Januari yang lalu, aktor Alec Baldwin juga mengumumkan pengunduran dirinya dari Twitter. Ia merasa lelah dengan semua cuitan para penggemar terkait permasalahan ia dan istrinya, Hilaria. Baldwin bahkan menggambarkan Twitter ibarat tempat berpesta di mana semua orang gemar sekali berteriak-teriak.

Selanjutnya ada penyanyi muda berbakat, Lorde, yang vakum dari media sosial khususnya Instagram. Ia menghentikan segala aktivitasnya di media sosial sejak pertengahan 2018 lalu. Kala itu, Lorde mengaku merasa tertekan dengan segala keadaan yang ada, seperti kerusakan planet bumi, kerusuhan karena kasus rasisme, serta kebrutalan pihak kepolisian yang membuat banyak orang geram. Lorde pun menjauhi media sosial untuk menenangkan diri.

Berikutnya, ada penyanyi Lizzo yang memutuskan berhenti untuk bermain Twitter. Pada 5 Januari silam, Lizzo mengumumkan kepergiannya dari media sosial berlogo burung biru tersebut lantaran kesal kerap menerima ujaran kebencian dan perundungan. Warganet juga kerap memberikan komentar-komentar yang megandung unsur body shaming dan rasisme. 

Penyanyi fenomenal asal Inggris, Ed Sheeran juga beberapa waktu yang lalu beristirahat dari media sosial Instagram dan Twitter. Ia memutuskan untuk berhenti bermain kedua media sosial tersebut beberapa kali, yakni pada tahun 2015, 2017, dan 2019. Setiap kali mundur dari medsos, Ed mengaku ingin memfokuskan dirinya untuk menulis dan membaca sambil melakukan traveling bersama keluarganya.

Dampak Negatif
Media sosial memang kerap dikaitkan dengan permasalahan kesehatan mental. Di sana, semua orang bebas berpendapat dan beradu argumen tentang apa saja. Semua hal bisa “diributkan” di media sosial.  Sebut saja, perdebatan politik, agama, kehidupan selebritis, hingga gaya berpakaian dan cara memasak seseorang pun tak luput dari perdebatan warganet.

Tak bisa dimungkiri, beberapa konten negatif yang diserap otak melalui media sosial pada akhirnya mempengaruhi emosi dan daya pikir seseorang. Maka dari itu, tak hanya selebriti, orang-orang “biasa” pun tidak sedikit yang memutuskan untuk meninggalkan media sosial demi kehidupan yang lebih tentram.

Statista mencatat, sebanyak 45% pengguna Facebook di Amerika Serikat memutuskan untuk menon-aktifkan akun mereka. Hasil tersebut diperoleh Statista berdasarkan survei yang dilakukan pada kuartal tiga tahun 2020 lalu. Facebook menduduki peringkat teratas dalam kategori media sosial yang paling banyak ditinggalkan penggunanya. 

Kemudian, sebanyak 22% pengguna Instagram juga memutuskan untuk meninggalkan media sosial tersebut. Dilansir Vogue, salah satu “penyakit” yang kerap ditimbulkan oleh Instagram adalah kecenderungan orang untuk membandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang-orang lain di Instagram yang nampak lebih bahagia, dan itu untuk beberapa orang, sangat melelahkan.

Sementara itu, Twitter memiliki jumlah pengguna yang “pergi” lebih banyak dari Instagram, yakni 32%. Lalu platform asal Tiongkok, TikTok, juga kehilangan sebanyak 29% jumlah pengguna aktifnya. 

Lalu, di peringkat atas atau berada sedikit di bawah Facebook, adalah media sosial Tumblr dengan tingkat pengguna yang pergi sebanyak 40%, dan Snapchat sebanyak 34%.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER