Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

21 Desember 2021

13:22 WIB

Screen Fatigue Bikin Podcast Makin Digemari

Screen fatigue atau eye strain belakangan mulai jadi masalah banyak orang. Kelelahan mata melihat layar gawai membuat podcast jadi bentuk pengalihan hiburan.

Editor: Faisal Rachman

<i>Screen Fatigue</i> Bikin <i>Podcast</i> Makin Digemari
Ilustrasi Podcast. dok Pexels

JAKARTA  - Konten audio seperti podcast makin digemari belakangan ini, lantaran bisa dinikmati sembari menjalankan berbagai aktivitas lain (multitasking). Ditambah lagi, dalam dunia visual muncul masalah yang disebut screen fatigue  atau eye strain.

Platform konten audio streaming NOICE mencatat, rata-rata penggunanya menghabiskan waktu untuk mendengarkan konten audio di aplikasi selama kurang lebih 60 menit setiap harinya. Konten ringan atau komedi jadi konten yang paling digemari.
 
 CEO NOICE, Rado Ardian, dalam pernyataan pers dikutip Selasa (21/12), mengatakan di tengah tren pertumbuhan konten audio, platform yang menghadirkan konten audio non-musik berkualitas di Indonesia justru masih sangat terbatas.

Pengguna, menurut Rado, lebih menggemari konten-konten yang ringan dan menghibur seperti Ha Ha Land, Onad Danang Meet Everybody, hingga genre religi, seperti Berbeda tapi Bersama.
 
Digagas oleh para komika dan konten kreator seperti Bedu, Dicky Diffie, Rachel Cia, Mimin, dan Oki Rengga, podcast Ha Ha Land yang merupakan konten original & eksklusif NOICE ini, mengangkat cerita parodi dari fenomena hiburan dan pop culture masa kini.
 
Bayangkan, misalnya kompetisi idol yang mempertarungkan dua orang penyanyi harus dihentikan sementara karena salah satu peserta berbau menyengat. Pada podcast Ha Ha Land, 5 karakter unik ini bebas memparodikan apa saja yang mereka mau, dari film populer, acara televisi terkenal, seperti sinetron dan reality show, dan lainnya.

Sementara itu, dalam dunia visual, konten-konten digital seperti video streaming juga menjadi gaya hidup selama pandemi. Namun, tanpa disadari, masyarakat kini menghadapi masalah baru yakni screen fatigue atau eye strain, yakni kelelahan mata akibat membaca atau melihat layar elektronik seperti handphone, komputer, atau TV terlalu lama.
 
Dilansir dari Harvard Business Review, dokter mata asal Amerika Serikat Dr. Kara Hartl menyebutkan, peningkatan kegiatan online sangat berdampak bagi kesehatan mata. Mata yang kering, pandangan kabur, sulit berkonsentrasi, dan terkadang sakit kepala ialah beberapa gejala dari screen fatigue tersebut.
 
Selain mengatur jarak dengan layar komputer, mengatur brightness maupun waktu istirahat untuk mengurangi screen fatigue, penggunaan format lain seperti audio dapat menjadi alternatif.

Seru dan Mengesankan
 Sebelumnya, layanan musik dan audio digital Spotify melalui laporan "Culture Next 2021" juga menyebutkan, saat ini semakin banyak orang mengandalkan konten audio, termasuk podcast, untuk membuat hari mereka lebih seru dan mengesankan.

Spotify dalam laporannya menyebut, sekitar 83% milenial dan 66% generasi Z di Indonesia juga mengatakan, mendengarkan konten audio dapat menurunkan tingkat stres mereka. Hanya saja, mencari waktu untuk menikmati podcast atau bahkan memilih podcast mana untuk didengarkan, dapat menjadi hal yang rumit bagi sebagian orang.

Melalui kampanye terbarunya bertajuk "Bikin Momen Bebas Bosen" yang akan diluncurkan mulai 24 September lalu di seluruh Indonesia, Spotify menunjukkan bagaimana podcast dapat membuat rutinitas harian yang membosankan menjadi lebih menarik. Spotify juga membantu penggunanya memilih acara podcast yang tepat untuk setiap mood dan momen.

Podcast Di Pagi Hari
Mendengarkan podcast pagi-pagi dapat menjadi cara alternatif untuk menyegarkan hari-hari, terutama jika Anda disibukkan dengan pekerjaan rumah atau menyiapkan sarapan. Pendengar dapat mendengarkan sesuatu yang ringan untuk meningkatkan suasana hati, seperti podcast humor atau bincang-bincang yang menyenangkan.

Jika Anda menginginkan konten yang lebih serius, Spotify juga memiliki berbagai pilihan podcast berita pendek atau ramalan bintang harian. Beberapa podcast yang bisa menjadi pilihan adalah "Kinosgina", "Podcast Fitrop", "Ramalan Zodiak Hari Ini", dan "Kompas TV".

Saat Di Perjalanan
Podcast berita dan komedi bisa menjadi pilihan untuk momen ini. Jika Anda penggemar musik tetapi juga ingin mendengarkan podcast, cobalah mixed-media playlist yang baru saja diluncurkan Spotify bernama "Teman Perjalananmu".

Playlist yang dipersonalisasi ini akan mengkombinasikan lagu-lagu favorit dengan berita utama terpanas setiap hari. Rekomendasi podcast Spotify antara lain "RAPOT", "Podcast Raditya Dika", dan Teman Perjalananmu.


Ilustrasi Spotify, sebuah layanan streaming musik dan podcast yang berbasis di Swedia dan diluncurka n pada 7 Oktober 2008. Sumberfoto: Shutterstock/dok 

 

Saat Bekerja Dan Dengan Teman
Konten podcast dengan cerita-cerita seram dapat menjadi cara untuk tetap terjaga sembari bekerja. Rekomendasi Spotify antara lain "Do You See What I See", "Podcast Malam Kliwon", dan "Kisah Horor The Sacred Riana".

Genre podcast, seperti thriller atau crime bisa jadi pilihan bagus untuk kegiatan bersama teman. Rekomendasi Spotify "Lenyap", "Pembunuh Berantai", dan "Podcast Bagi Horror".

Sebelum Tidur
Podcast-podcast ASMR mungkin bisa jadi pilihan yang mengantarkan Anda pada perasaan tenang dan damai. Tapi jika sedang merasa sepi, podcast berisi obrolan dan bincang-bincang dapat menjadi pilihan yang sempurna untuk didengarkan. Spotify merekomendasikan "PODKESMAS", "Rintik Sedu", "Suara Puan", dan "BKR Brothers".

Kreator Perempuan
Platform audio digital Spotify mengatakan, para kreator perempuan aktif dalam meramaikan peningkatan tren podcast di layanannya di Indonesia. Spotify mengatakan industri podcast juga telah menunjukan peningkatan signifikan dalam jumlah podcaster yang membuat konten, untuk memenuhi permintaan pendengar.

Spotify memiliki lebih dari 3,2 juta judul podcast dalam platformnya, sebuah lompatan besar dari sebelumnya yang hanya kurang dari 500 ribu podcast pada 2019.

Head of Studios at Spotify SEA Carl Zuzarte mengatakan orang-orang dengan latar belakang dan identitas yang beragam memiliki kesempatan yang sama untuk meraih prestasi dengan podcast.

"Sebagai sebuah format, podcast mampu menyamakan kedudukan perempuan dalam industri yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki, dengan meminjamkan kekuatan audio kepada siapa saja yang memiliki ide untuk dibagikan," kata Carl.

"Semua orang dapat membicarakan topik yang mereka minati, berbagi perspektif, siapapun mereka -- dan berhubungan dengan mereka yang memiliki minat yang sama. Podcast menyediakan ruang aman bagi semua untuk mengekspresikan pandangan, nilai dan perspektif mereka hingga mereka dapat didengar," imbuhnya.

Kreator Nadhifa Allya Tsana, menjelaskan bahwa ia melihat podcast sebagai platform yang berpengaruh untuk membagikan perspektif perempuan kepada dunia.

"Podcast menghilangkan batasan-batasan serta aturan yang kita temui dalam platform tradisional, yang telah berperan dalam membatasi suara perempuan selama beberapa dekade," kata Tsana.

"Tetapi podcast berbeda. Ia tak memiliki batasan—para kreator dapat menentukan kapan, apa, bahkan berapa lama mereka ingin mendiskusikan topik yang berarti bagi mereka," imbuhnya.

Tsana adalah contoh yang baik bagaimana para podcaster perempuan mengambil alih kendali dalam kancah podcast. "Rintik Sedu" merupakan podcast solo yang paling banyak didengarkan di Spotify di Indonesia, yakni sebanyak 38 juta kali dan terus bertahan pada posisi nomor 1 dalam Spotify Indonesia Charts sejak Januari 2021.

Podcast Original Spotify terbarunya, “Kuas, Kanvas dan Bulan Kesepian” menjadi Podcast Original Indonesia yang dibawakan secara solo oleh podcaster perempuan pertama yang mendapatkan musim keduanya di Spotify pada 27 Oktober 2021.

Adapun beberapa podcast yang diinisiasi oleh wanita lainnya antara lain "NKCTHI: Surat Dari Awan", yang diampu oleh aktris Rachel Amanda; "Bisik-bisik Senada" karya tiga penyanyi Indonesia yaitu Fatin Shidqia, Ghea Indrawari, dan Ayuenstar; "HYPEBESTIE" yang menyatukan tokoh-tokoh inspiratif seperti Sarra Tobing, Canti Tachril, dan Hadi Sylvester.

Lalu, "Happy Go Go" acara obrolan komedi yang dipandu oleh dua komedian pendatang baru, Mimin dan Kimau dan akan ditemani Siva Aprilia; dan "Cape Mikir with Jebung" yang dipandu oleh penyanyi Jebung.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

DKI Larang Pedagang Jual Hewan Kurban Di Trotoar

Huawei Rilis Varian Nova 10 Series

Menteri Basuki Ingatkan Aspek Konstruksi Proyek Tol Semarang-Demak

Presiden Ingatkan Rakyat Awasi Kinerja Polri

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta