Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

11 Januari 2022

08:51 WIB

Samsung Resmi Tutup Toko OS Tizen

Bagi banyak pengguna ponsel Samsung, penutupan Toko OS Tizen tidak terlalu berarti. Pasalnya, hanya sedikit ponsel Samsung yang menggunakan OS Tizen tersebut.

Penulis: Arief Tirtana,

Editor: Satrio Wicaksono

Samsung Resmi Tutup Toko OS Tizen
Tizen Store. tizenindonesia.org

JAKARTA – Samsung akhirnya menutup secara permanen Tizen Store, toko aplikasi bawaan sistem operasi (OS) buatan mereka sendiri, OS Tizen. Dengan penutupan ini, maka semua pengguna perangkat berbasis OS Tizen tak akan lagi bisa mengakses aplikasi Tizen Store. Menyusul kebijakan sebelumnya di Juni 2021, saat hanya pengguna lama yang masih bisa mengakses toko aplikasi tersebut.

Bersumber dari laman Tizen Help, penutupan ini sebenarnya sudah berlaku sejak 3 Desember 2021 lalu. Selain tidak lagi bisa mengunduh dan memperbarui berbagai aplikasi di Tizen Store, pengguna juga tidak bisa mendapatkan berbagai informasi di situs web Tizen Store, yang akan menunjukkan kode kesalahan ketika coba dibuka.

Buat mayoritas pengguna ponsel pintar (smartphone) Samsung, penutupan Tizen Store ini mungkin tak akan berarti banyak. Sebab selama ini, hanya segelintir ponsel pintar buatan pabrikan asal Korea Selatan itu yang menggunakan OS Tizen. Yakni deretan ponsel pintar Samsung dalam seri Z, yang sudah tidak diproduksi lagi sejak Juni 2017.

Buat pengguna jam tangan pintar (smartwatch) Samsung pun demikian, meski pada awal kemunculan jam tangan pintar Samsung atau Galaxy Watch menggunakan OS Tizen. Pasalnya, sejak Galaxy Watch 3, Samsung sudah tak lagi menggunakan OS buatannya itu, melainkan berganti ke WearOS. OS yang dikembangkannya dalam kemitraan bersama Google.

Selain dikenal sebagai sistem operasi buatan Samsung, OS Tizen sendiri merupakan sistem operasi bersifat terbuka (open source) yang memakai inti program (kernel) Linux. OS ini awalnya disusun sebagai platform berbasis HTML5 untuk perangkat seluler, menggantikan MeeGo yang dikembangkan oleh Nokia, Intel dan Linux Foundation pada tahun 2011.

Pada tahun itu Linux Foundation bergabung dengan Samsung, yang akhirnya pada tahun 2012 OS Tizen pertama dirilis. Setahun kemudian menyusul diluncurkannya ponsel pintar perdana berbasis OS Tizen, Samsung Z.

Dari situ Samsung mengembangkan OS Tizen ke lebih banyak perangkat. Mulai dari jam tangan pintar, kamera (Samsung NX series), smart TV, lemari es Family Hub 3.0, hingga pengontrol dinding LED SBB-SNOWJ3U.

Sejak kehadirannya pada 2012, OS Tizen telah lima kali mengalami pembaruan, dengan pembaruan terakhir pada Tizen 6.0 pada 31 Mei 2020 lalu.

Belum ada pengumuman resmi apakah ditutupnya Tizen Store ini juga akan menjadi akhir dari OS Tizen. Meski pada 19 Mei 2021 lalu Google sempat mengumumkan bahwa Samsung telah setuju untuk mengintegrasikan fitur Tizen dengan versi Wear OS berikutnya.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER