Pria Tukang Ghosting Cenderung Berperilaku Psikopat | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

25 November 2021|17:00 WIB

Pria Tukang Ghosting Cenderung Berperilaku Psikopat

Sejumlah 51% orang mengatakan pernah di-ghosting oleh orang lain. Mereka juga mengatakan kalau ghosting adalah cara yang lumrah untuk mengakhiri sebuah hubungan.

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Rendi Widodo

Pria Tukang <i>Ghosting</i> Cenderung Berperilaku PsikopatIlustrasi wanita merana di-ghosting. Pixabay/Nastya Gepp

JAKARTA - Pria yang sering melakukan ghosting diketahui memiliki kepribadian yang berkaitan dengan machiavellianisme dan psikopat. Hal ini dipaparkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Padua, Italia.

Penelitian tersebut melibatkan 341 orang dewasa dan 23% di antaranya adalah pria. Partisipan kemudian ditanya apakah ghosting merupakan salah satu cara yang lumrah untuk mengakhiri sebuah hubungan dan apakah mereka pernah di-ghosting sebelumnya. 

Tidak hanya itu saja, partisipan juga diminta untuk mengisi survei kepribadian untuk mengetahui apakah memiliki tiga jenis kepribadian gelap, yaitu machiavellianisme, narsisme, dan psikopat.

Hasilnya, 51% partisipan mengatakan pernah di-ghosting oleh orang lain. Mereka juga mengatakan kalau ghosting adalah cara yang lumrah untuk mengakhiri sebuah hubungan. Partisipan ini pun menunjukkan bahwa memiliki karakteristik machiavellian dan psikopat. Para peneliti menduga hal ini berhubungan dengan rasa empati.

"Penelitian kami menunjukkan mereka yang pernah di-ghosting condong memiliki karakteristik Machiavellian dan psikopat, dibandingkan yang belum pernah di-ghosting sebelumnya. Penyebabnya mungkin karena kurang efek empati karena kami menemukan kurangnya empati pada Machiavellian dan psikopat jauh lebih besar dibandingkan orang dengan narsisme," tulis penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Acta Psychologica.

Machiavellianisme merupakan ciri kepribadian seseorang yang fokus pada tujuan dan kepentingannya sendiri hingga mampu memanipulasi, menipu, dan mengeksploitasi orang lain. 

Narsisme merupakan kondisi di mana seseorang merasa diri mereka penting dan membutuhkan perhatian dan rasa kagum secara berlebihan. Sementara itu, psikopat adalah ciri kepribadian yang disebabkan dari kurangnya empati, dan perilaku antisosial.

Tidak hanya itu, peneliti juga mengatakan kalau ghosting telah menjadi cara yang lumrah mudah untuk orang, khususnya pria karena tidak memakan biaya. Ghosting dilakukan agar bisa melepaskan diri dari suatu hubungan, mencari peluang baru, serta menghindari komitmen yang tidak diinginkan.

Ghosting sendiri merupakan istilah yang merujuk pada perilaku menghilangnya seseorang tanpa ada pemberitahuan sama sekali seperti hantu. Istilah ghosting berkembang pesat sejak semakin maraknya penggunaan aplikasi kencan, media sosial, dan juga hubungan jarak jauh.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER