Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

TEKNO

11 Juni 2021|08:49 WIB

Perusahaan Hongkong Ciptakan Robot Perempuan Untuk Rawat Pasien Covid

Dengan biaya produksi seharga mobil mewah, Grace rencananya akan diproduksi masal pada Agustus mendatang

Penulis: Arief Tirtana,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageRobot Humanoid Grace. Sumber foto: Reuters/Joyce Zhou

JAKARTA – Perusahaan asal Hongkong, Hanson Robotics memperkenalkan robot yang bisa bertugas seperti tenaga medis, untuk merawat pasien yang sedang menjalani isolasi covid-19.

Diperkenalkan dengan nama Grace, robot yang masih sebatas prototype itu didesain dengan tampilan selayaknya seorang perempuan Asia. Berambut cokelat sebahu, mata cokelat, bibir tipis dan kulit putih yang kemerahan.

Untuk menjalankan tugasnya sebagai tenaga media, Grace juga dilengkapi dengan seragam tenaga medis berwarna putih bermotif bunga. Pada bagian depan di atas dada, juga dipasang kamera termal, yang berfungsi untuk mengukur suhu tubuh pasien dan juga membaca respons orang di hadapannya.

Didukung kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Grace juga dapat mendiagnosis pasien, sekaligus dapat berbicara dalam tiga bahasa sekaligus. Bahasa Inggris, Mandarin, dan Kanton (bahasa utama di Hongkong).

"Saya dapat mengunjungi orang-orang dan mencerahkan hari mereka dengan stimulasi sosial. Juga dapat melakukan terapi bicara, membaca bio (biografi pasien) dan membantu penyedia layanan kesehatan," Grace berbicara kepada Reuters dalam sebuah video.

Pendiri Hanson Robotics, David Hanson menjelaskan bahwa Grace bisa berkomunikasi selayaknya seorang tenaga medis manusia, karena didukung dengan kemampuan menyimulasikan aksi lebih dari 48 otot wajah utama. Sikapnya juga dirancang menenangkan, terlihat sedikit seperti karakter anime, atau seringkali perpaduan gaya Asia dan juga Barat.

Kemiripan Grace dengan tenaga medis profesional dan kapasitas interaksi sosialnya itu, dibuat dengan tujuan meringankan beban staf rumah sakit garis terdepan yang kewalahan selama pandemi.

Dengan biaya produksi hampir sama dengan harga sebuah mobil mewah, Grace rencananya akan diproduksi secara massal pada Agustus mendatang oleh Awakening Health, perusahaan patungan (joint venture) antara Hanson Robotics dan Singularity Studio. Dan kemudian akan disebarkan sepenuhnya tahun depan ke beberapa negara, termasuk Hong Kong, Cina, Jepang dan Korea Selatan.

Buat Hanson Robotics sendiri, Grace bukanlah robot mirip manusia pertama yang mereka buat. Sebelumnya, mereka sempat membuat robot perempuan yang diberi nama Sophia pada tahun 2016 silam.

Dengan kemampuan intelegensinya, Sophia sempat mendapatkan penghargaan dari PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) pada tahun 2017, lewat gelar Juara Inovasi pertama Program Pembangunan PBB, dan merupakan non-manusia pertama yang diberi gelar oleh Badan Keamanan Dunia tersebut

Pada tahun yang sama, Sophia juga secara resmi mendapatkan status sebagai warga negara Arab Saudi, yang juga membuatnya menjadi robot pertama yang menerima kewarganegaraan dari suatu negara.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER