Perawatan Kelas Satu Untuk ‘Anak Bulu’ | Validnews.id

Selamat

Jumat, 26 November 2021

11 November 2021|21:00 WIB

Perawatan Kelas Satu Untuk ‘Anak Bulu’

Bagi para pecintanya, hewan-hewan peliharaan biasa diperlakukan sangat istimewa dengan perawatan kelas VVIP

Penulis: Dwi Herlambang, Chatelia Noer Cholby,

Editor: Satrio Wicaksono

Perawatan Kelas Satu Untuk ‘Anak Bulu’Ilustrasi perawatan anjing. Shutterstock/dok

JAKARTA – Rasa lelah Tamara Anastasia Wijaya setelah bekerja seharian seketika sirna, usai membaca surat elektronik (surel) di gawai miliknya. Ada sebuah kabar gembira. Ubi, "anaknya", lulus dan akan diwisuda esok hari. 

Bagi Rara, sapaannya, dan anggota keluarga lain, ini adalah harapan baru. Dia percaya, setelah lulus "sekolah", Ubi akan berubah. 

Saat sesi foto wisuda, Ubi berpose "anteng" di dalam keranjang berwarna hijau tosca, lengkap dengan toga. Tak ketinggalan, tampak certificate of completion sebagai ijazahnya.

Yap, Ubi adalah anjing peliharaan Rara yang berjenis Pembroke Welsh Corgi. Sayangnya, Ubi kurang bisa bersahabat dengan anjing-anjing lainnya. Itulah alasan mengapa Ubi dimasukkan ke "sekolah kepribadian" di Pet Kingdom Alam Sutera, Tangerang. 

Selama satu bulan Ubi menjalani pelatihan ketaatan kepribadian yang disebut obedience. Jenis pendidikan ini ditujukan untuk anjing pada level 1. ‘Kurikulum’ yang diterapkan adalah agar anjing sering berinteraksi dengan anjing-anjing lainnya. Pendidikan ini bertujuan agar anjing peliharaan memiliki mental yang lebih matang dan tidak berperilaku agresif.

"Anjing jenis Corgi itu kan hiperaktif banget. Nah, setelah disekolahin dia bisa lebih tenang dan sama anjing lain dia bisa bergaul dan tentu saja setelah sekolah tetap harus sering ditangani," ujar Rara kepada Validnews, Senin (8/11).

Untuk memberikan pendidikan obedience selama satu bulan, ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp3 juta. Dan jika ingin meneruskan ke jenjang pendidikan selanjutnya, ia harus kembali membayar dengan nominal serupa untuk level 2 dan level 3. Artinya, Ubi harus kembali bersekolah selama dua bulan ke depan. 

Rara pun tak pilih kasih. Treatment yang sama juga diberikan kepada Bolu, anjing peliharaannya yang lain. Bolu sendiri berjenis Pomeranian atau yang biasa dikenal dengan sebutan anjing Pom. 

Menyoal perawatan, Rara selalu rutin mengajak anjing-anjingnya untuk mempercantik penampilan atau grooming dan bermain di pet shop. Setidaknya satu kali dalam sepekan itu dilakukan. Selain itu, ia juga seringkali mengajaknya berenang dan berjalan-jalan untuk memberikan suasana baru bagi kedua anjing peliharaannya.

Ia menjabarkan, biaya satu kali grooming plus bermain di pet shop berkisar Rp500–600 ribu. Angka tersebut di luar kebutuhan lainnya seperti dog food kibble, raw food, vaksin, vitamin dan mainan bagi anjingnya. Jika ditotal, dalam satu bulan ia bisa mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk memberikan kebutuhan kedua anjingnya tersebut. 

Meski terbilang cukup mahal, Rara mengaku semuanya ia berikan sebagai bentuk kasih sayang dan tanggung jawab terhadap hewan yang dipelihara. Baginya jika besaran uang yang dikeluarkan itu demi kebaikan hewan, semuanya tidak ada masalah.

"Dari segi lifestyle-nya mereka kalau memang harus supaya rapi, wangi enggak kutuan akan gua kasih yang terbaik. Jadi berapapun biayanya selama mereka sehat, happy ya sudah enggak papa. Ini uang juga buat anak gua sendiri," imbuhnya tergelak.

Perlakuan serupa dilakukan Radha Devi kepada hewan peliharannya. Bedanya, Radha memelihara beberapa kucing berjenis Anggora, Persia, Himalaya, Siam, Peak Nose, hingga British Shorthair. 

Grooming, pakan terbaik, pasir, mainan, vitamin, hingga vaksin untuk kesehatan, adalah hal mutlak yang diberikan sang juragan kepada anabul-anabulnya.  

Radha mengaku, untuk memberikan treatment tersebut memang uang yang harus dikeluarkan cukup mahal. Sebagai gambaran, untuk satu kali grooming ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp400–500 ribu bagi lima sampai enam kucingnya. Sementara untuk makanan, sebulan ia harus mengeluarkan uang sebesar Rp1 juta lebih. 

Selain itu, ia juga membuatkan kamar khusus untuk kucing-kucingnya. Dalam kamar tersebut, ia harus menyediakan mainan, tempat cakar kucing, tempat loncat, kipas angin, hingga pasir untuk buang air kecil dan besar. Jika ditotal untuk membuat kamar khusus kucing tersebut ia bisa mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah. 

“Gue pernah satu bulan itu mengeluarkan uang sampai Rp3 juta lebih buat memberikan perawatan buat kucing yang gue pelihara,” katanya.

Kelas Wahid
Pada umumnya, perawatan-perawatan mahal itu diberikan untuk hewan-hewan ras. Semisal, Anggora, Persia, Peak Nose, Himayalan, Siam, Scottish Fold, Sphynx, Ragdoll, Siam, Munchkin, Bengal, Caracal, British Short atau Long Hair dan Bengal, untuk jenis kucing. 

Sementara untuk anjing, biasanya masyarakat memelihara anjing ras berjenis Golden Retriever, Pomerania, Pembroke Welsh Corgi, Cihuahua, Beagle, Alaskan Malamute dan Pekingese. 

Pengorbanan itu menjadi wajar, mengingat untuk mengadopsi hewan-hewan "primadona" itu, masyarakat harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Sebagai gambaran, untuk kucing berjenis British Short atau Long Hair biayanya bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk yang memiliki sertifikat. Serupa anjing Corgi, juga bisa mencapai puluhan juta jika memiliki silsilah keturunan asli dari negara mereka berasal. 

Besaran biaya tersebut hanya dana awal untuk mengadopsi hewan. Sudah pasti, karena hewan tersebut bukan asli Indonesia maka treatment yang diberikan akan sangat berbeda dengan hewan lokal. 

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan media sosial, semakin banyak pecinta hewan yang kemudian memberikan perlakuan gila-gilaan kepada peliharaannya. Soal biaya, tentu setiap pemilik memiliki caranya masing-masing dan tidak ada patokan pasti. 

Jika dilihat di berbagai media sosial, tidak sedikit para pemilik yang rela mengeluarkan puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk memberikan perawatan kelas VIP.

Owner Galeri Kucing Banjarmasin, Nur Hadi Syawal menjelaskan, tren perawatan mewah bagi hewan peliharaan makin menggeliat sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia. Kebijakan untuk tetap di rumah, membuat para pemilik hewan lebih memperhatikan kesejahteraan hewannya. Tidak hanya terpaku pada makanan. 

Hadi mengungkapkan, setiap akhir pekan bisa menerima 50 kucing untuk melakukan treatment. Mulai dari grooming atau perawatan rutin seperti mandi, pembersihan jamur, kutu, hingga merapikan bulu kucing-kucing tersebut. Soal harga, tergantung kondisi kucing yang ditangani. Untuk berbagai perlakuan perawatan, kisaran biayanya mulai dari Rp75–150 ribu dengan proses perawatan selama satu hingga dua jam. 

Harga akan semakin mahal, tergantung jenis bulu kucing itu sendiri. Jika kucing tersebut jenis berbulu banyak dan pajang, perawatannya akan lama dan pastinya harganya akan lebih mahal. 

"Tergantung jenis kucing. Kalau kucing bulunya short hair itu mungkin dia jarang kotor bisa satu bulan sekali, kalau yang long hair dan ekstra long hair kaya persia peak nose yang paling rewel dia bisa 2-3 kali. Jadi tergantung jenis kucingnya,” kata Hadi kepada Validnews, Senin (8/11).

Selain itu, ada juga pemberian obat kutu yang berkisar antara Rp100–200 ribu, sampo Rp80–200 ribu, sikat gigi Rp50 ribu, dan potong kuku Rp50–100 ribu. Ada lagi perawatan untuk memutihkan kulit kucing yang biayanya sebesar Rp100 ribu atau spa bagi hewan yang berkisar di angka Rp25-75 ribu. 

Menurut Hadi, perawatan setiap jenis hewan pasti berbeda-beda. Ia mencontohkan, untuk kucing berjenis Sphynx atau kucing tanpa bulu merupakan salah satu jenis yang kulitnya sangat sensitif. Atas dasar itu, ia harus memberikan sampo dan jenis perawatan khusus. Bahkan warna bulu kucing juga turut mempengaruhi jenis sampo yang akan digunakan.

Selain perawatan tersebut, para pemilik hewan juga sering membawa hewannya tersebut untuk hangout bersama. Di Jakarta dan sekitarnya sendiri sudah ada beberapa tempat dimana pemilik dan hewannya bisa sama bergaul.

Tempat tersebut antara lain; Como Park, Kemang, Jakarta Selatan; Paws, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara; Pet Kingdom, Alam Sutera, Tangerang. Selain itu juga ada pet cafe seperti The Cat Cabin, Kemang, Jakarta Selatan; Boogie Doggie Pet Cafe, Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara dan Puppy Café, Boulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara. 


Penyakit dan Kesehatan
Setelah melihat besaran biaya gaya hidup hewan peliharaan, soal kesehatan juga tidak bisa dikesampingkan. Sebab, akan percuma jika perawatan mahal tidak dibarengi dengan kesehatan.

Dokter Hewan Omen Vet, Adhi Mediesyah Ahmad menjelaskan, selain makanan dan minum, dari sisi kesehatan, para pemilik juga perlu melakukan memeriksa kesehatan peliharaannya secara rutin. Dan sama seperti manusia, vaksin juga menjadi sesuatu yang wajib.  

Dia menjabarkan, untuk kucing, ada beberapa penyakit yang sering menyerang, seperti kanker, diabetes, Feline Immunodeficiency Virus, Cacing Hati, Rabies, Gagal Ginjal, dan Panleukopenia.  

Sementara untuk anjing adalah alergi Dermatitis, Rabies, kutu, influenza, dan Ringworm. Dari sekian jenis penyakit tersebut penyakit yang sering dialami adalah kutuan, jamur, rabies, dan Panleukopenia. 

Untuk nama terakhir, virus tersebut merupakan yang sangat menular pada kucing, terutama bagi anak kucing. Tingkat kematian dari penyakit itu juga cukup tinggi, bahkan sampai hari ini belum ada obatnya. Penyakit ini biasanya menular melalui kotoran kucing dan kutu yang menyerang usus kucing dan sistem imun kucing. 

Selain itu, pada saat musim penghujan seperti saat ini, menurut Dokter Medi, virus yang harus diwaspadai adalah parvo virus. Anjing atau kucing yang terinfeksi, akan mengalami gejala muntah dan diare. Mirisnya lagi, tingkat kematian hewan terjangkit hingga 80-90%. 

Atas dasar tersebut, diperlukan perawatan kesehatan bagi hewan yang mumpuni. Misalnya, vaksin rutin dan pemberian vitamin. Untuk vaksin, berkisar Rp200-375 ribu, lengkap dengan tambahan vaksin rabies, klamidia, dan bordetella bronchiseptica.

Sama seperti manusia, untuk memeriksakan kesehatan hewan juga dipatok harga. Biaya konsultasi dokter tanpa tindakan biayanya sekitar Rp100 ribu. Sementara itu jika ada tindakan dan membutuhkan melakukan injeksi obat-obatan, sekitar Rp175-Rp200 ribu. Dan, jika diperlukan perawatan intensif atau rawat inap maka biayanya bisa mencapai jutaan rupiah tergantung kondisi hewan. 

Vitamin buat hewan pun tak murah. Yang paling direkomendasikan, per 100 miligram harganya adalah Rp400-500 ribu untuk satu bulan. Vitamin diperlukan agar hewan peliharaan bisa selalu bugar dan menahan adanya jenis penyakit.

"Jujur, kalau dibanding sama manusia, (perawatan hewan) itu akan lebih mahal, karena mereka butuh dokter yang teliti, enggak bisa diajak ngomong. Ada spesialisnya sendiri, sama untuk pengambilan diagnosis dibutuhkan alat yang lebih ekspert dibanding orang,” ujarnya.

Dari beragam jenis perlakuan terhadap hewan peliharaan, yang paling menentukan bukanlah biaya dan mewahnya perawatan. Lebih dari itu, dibutuhkan komitmen yang kuat agar terus memberikan kasih sayang.


Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER