Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

KULTURA

03 Desember 2021

12:39 WIB

Pengalaman Belanja Offline Tetap Menarik Di Tengah Digitalisasi

Terutama ketika berbelanja produk kecantikan, pengalaman berbelanja offline itu masih diperlukan dan tetap ada.

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Rendi Widodo

Pengalaman Belanja <i>Offline</i> Tetap Menarik Di Tengah Digitalisasi
Pembukaan toko offline Sistersel di Kota Kasablanka, Jakarta. Validnews/Gemma Fitri Purbaya

JAKARTA - Sistersel hadir di Indonesia. Toko dengan konsep multi brand yang menjual produk fesyen dan kecantikan itu memulai langkahnya dengan tetap percaya pada pengalaman berbelanja offline lewat gerai di Kota Kasablanka, Jakarta. 

Sistersel yang sebelumnya hadir dalam platform e-commerce ini berusaha ingin menciptakan ekosistem online to offline commerce yang bisa memberikan pengalaman berbelanja tidak terbatas.

Dipaparkan oleh CEO Omnichannel Retail Indonesia Bruno Hasson kalau mereka menyadari bahwa masyarakat masih membutuhkan pengalaman berbelanja offline, meskipun tren berbelanja saat ini sudah online

Tidak dimungkiri memang, pandemi telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam berbelanja. Salah satunya adalah tren belanja online yang semakin mengalami peningkatan.

Katadata Insight Center pun melaporkan bahwa 17,5% dari konsumen Indonesia kini beralih menjadi pelanggan e-commerce. Bank Indonesia juga menyebut bahwa ada peningkatan transaksi belanja online sebesar 63,4% menjadi Rp186,7 triliun dan diperkirakan bahwa angka tersebut akan terus naik di 2022.

Namun, angka kasus baru yang mengalami penurunan perlahan sudah mulai menunjukkan adanya peningkatan mobilitas, khususnya di tempat perdagangan ritel dan rekreasi. 

Mobilitas ini bahkan jauh lebih ramai dibandingkan dengan kondisi normal sebelum pandemi, yaitu sebanyak 4,4% pada Oktober 2021 berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Tentunya hal ini mulai menunjukkan kondisi retail kembali kondusif dan menjanjikan.

"Strategi ini diambil karena kami yakin bahwa meskipun tren belanja online meningkat, masyarakat masih membutuhkan pengalaman belanja offline. Sejalan dengan strategi bisnis ini kami menciptakan online to offline commerce yang bertujuan untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang menghilangkan batasan antara online dan offline," jelas CEO Omnichannel Retail Indonesia Bruno Hasson dalam acara pembukaan Sistersel di Jakarta, Kamis (2/12).

Ada lebih dari 40 brand fesyen dan kecantikan yang bergabung dengan Sistersel, di mana mayoritas adalah brand lokal. Mulai dari Whitelab, Scarlett, Dulela, Hanasui, dan masih banyak lagi. 

Mereka mengatakan kalau memang berniat untuk membantu brand dan pengusaha lokal agar lebih dapat menjangkau lebih banyak konsumen, selain dari membantu perekonomian brand lokal tersebut.

"Kami optimis, meskipun tren berbelanja orang selama pandemi ini adalah online, tetapi ada juga orang-orang yang inginnya belanja offline, terutama ketika berbelanja produk kecantikan, sehingga pengalaman berbelanja offline itu masih diperlukan dan tetap ada. Peluang toko yang memiliki konsep one stop shopping seperti ini pun belum banyak," papar Chief Retail Officer PT Omnichannel Retail Indonesia Marcelline Huiselan dalam kesempatan yang sama.

Rencananya, hingga akhir kuartal I/2022, Omnichannel Retail Indonesia akan mengubah 50 gerai Brunbrun Paris menjadi Sistersel dan melanjutkan rencana pembukaan 160 toko baru di seluruh Indonesia. 

Tidak hanya di kota-kota besar, mereka juga akan memperluas jangkauan mereka di kota-kota kecil sehingga bisa mendapat lebih banyak konsumen. Sementara untuk harga yang mereka tawarkan pun relatif terjangkau.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER