Selamat

Selasa, 21 September 2021

15 September 2021|10:17 WIB

Peneliti Temukan Metode Pengobatan Baru Untuk Penderita Reumatik

Ditemukan hubungan antara penderita reumatik dengan rusaknya sistem saluran cerna

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi reumatik. Freepik/dok

JAKARTA – Sebuah penelitian terbaru menemukan metode pengobatan yang diperkirakan akan sangat efektif untuk penderita rheumatoid arthritis (RA) atau yang sering disebut dengan reumatik. Pengobatan tersebut menggunakan obat-obatan yang sudah ada dan dipergunakan untuk penyembuhan penyakit-penyakit pada saluran pencernaan, seperti penyakit Coeliac dan Crohn.

Peneliti melihat adanya korelasi antara kerusakan saluran cerna dan keparahan reumatik. Dalam penelitiannya, mereka menemukan adanya kerusakan pada saluran cerna di stadium-stadium awal arthritis. Saluran cerna pun semakin rusak, seiring dengan semakin berkembangnya penyakit itu. 

Kerusakan pada saluran cerna ini membuat bakteri yang ada di perut mengalami kebocoran, hingga keluar dari saluran cerna. Akibatnya, peradangan di perut dan sendi pun semakin parah.

Sementara, reumatik sendiri adalah penyakit peradangan pada sendi. Penyakit ini terjadi akibat adanya gangguan autoimun atau sistem kekebalan tubuh yang menyerang pada jaringan tubuh sendiri.

Reumatik seringkali menyerang pada tulang, sendi, tulang rawan, tendon, ligamen, dan otot. Penyakit ini dapat ditangani dengan pemberian obat-obatan yang dapat memperlambat penyakit dan mencegah terjadinya komplikasi pada sendi. Pengobatan tambahan lainnya bisa dilakukan dengan mengurangi nyeri dan kecacatan, sehingga kualitas hidup dan kegiatan sehari-hari seseorang tidak terganggu.

Peneliti melakukan penelitian pada jaringan manusia dan tikus dengan obat-obatan yang digunakan pada penyakit Coeliac atau yang diketahui sebagai AT1001. Diketahui bahwa obat itu efektif untuk mengatasi dan meredakan gejala penyakit Coeliac. Meski begitu, pengobatan ini masih memerlukan uji coba klinis pada manusia dengan RA.

"Penemuan kami ini sangat menarik. Mereka menemukan bahwa saluran cerna merupakan terapi bertarget. Kami menemukan bahwa obat-obatan yang sudah ada ini bisa mengembalikan lapisan saluran cerna sehingga bisa mengurangi derajat keparahan arthritis," tutur Professor Claudia Mauri dari University College London dikutip dari iNews UK.

Diharapkan dengan penelitian ini, obat-obatan yang telah ada ini bisa efektif dan digunakan pada mereka yang menderita RA. Pengobatan ini diperkirakan akan bisa tersedia setelah tiga sampai empat tahun mendatang.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER