Selamat

Senin, 26 Juli 2021

TEKNO

21 Juli 2021|16:21 WIB

Peneliti Sebut Manusia Bisa Hidup Hingga 150 Tahun

Tiga hal yang menjadikan orang panjang umur, yakni gen, olahraga dan diet, serta penemuan tentang pengobatan dan perawatan

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi seorang nenek. Pixabay/dok

JAKARTA – Sebuah penelitian menyebut kalau manusia bisa hidup hingga usia 150 tahun. Penelitian tersebut menggunakan parameter kemampuan manusia dalam bertahan hidup. 

Penelitian yang dilakukan di Singapura, Russia dan Amerika Serikat itu mengambil sampel darah pada lebih dari 70 ribu partisipan, dengan usia di atas 85 tahun. Tujuannya untuk melihat perubahan jangka pendek pada jumlah sel darah mereka. 

Umumnya, jumlah sel darah putih pada seseorang mengindikasikan adanya peradangan atau penyakit dalam tubuh. 

Sementara, jumlah sel darah merah dapat berarti adanya risiko penyakit jantung atau stroke atau pikun. 

Untuk lebih memudahkan, peneliti menyederhanakan data yang mereka miliki menjadi satu parameter yang disebut Dosi (Dynamic organisms state indicator). Perubahan pada Dosi para partisipan dapat memprediksi penyakit yang berhubungan dengan penuaan, serta berkurangnya ketahanan tubuh dengan penuaan. 

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa tubuh gagal bertahan hidup ketika mencapai usia 150 tahun. Sehingga mereka menyimpulkan, bahwa kemungkinan batas manusia hidup adalah pada usia 150 tahun.

"Penelitian akan membantu memahami batas umur panjang dan penemuan anti-penuaan di masa depan. Yang lebih penting, penelitian ini bisa membantu menjembatani jarak antara kesehatan dan umur panjang yang ada di negara berkembang," tutur Prof. Brian Kennedy dari National University Singapore dikutip dari International Business Times.

Sementara hingga saat ini, orang tertua di dunia adalah Jeanne Calment, warga Prancis yang mampu hidup hingga usia 122 tahun. Calment lahir pada tahun 1875 dan meninggal pada 1997. 

Dikutip dari Daily Mail, sejak usia 85 tahun selalu bangun pagi dan berolahraga. Ia juga tidak ketinggalan selalu mengonsumsi dan membalurkan minyak zaitun ke tubuhnya. 

Dokter-dokter di panti jompo seringkali bercerita kalau Calment memiliki hidup yang cukup sehat, bahkan 20 tahun lebih muda dari usia sebenarnya.

The Conversation menyebut, setidaknya ada tiga hal penting yang memungkinkan seseorang untuk umur panjang, bahkan hingga 150 tahun, apabila hal tersebut benar-benar memungkinkan. Yakni, gen yang bagus, diet dan olahraga yang tepat, serta bertambahnya penelitian-penelitian terbaru mengenai perawatan dan pengobatan yang bisa meningkatkan umur panjang.

"Penelitian ini menjelaskan pencegahan dan pengobatan yang paling efektif pada penyakit yang berhubungan dengan penuaan tidak bisa maksimal meningkatkan umur panjang, kecuali sudah dikembangkannya pengobatan sungguhan untuk anti-penuaan," tutup salah satu peneliti dalam penelitian tersebut Prof. Andrei Gudkov.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA