Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

KULTURA

26 Januari 2023

13:28 WIB

Pantai Nemberala, Surganya Peselancar Dunia Di NTT

Pantai ini memiliki panorama yang indah dan ombak kelas dunia yang selalu diburu peselancar dari berbagai belahan dunia.

Penulis: Mahareta Iqbal,

Editor: Rendi Widodo

Pantai Nemberala, Surganya Peselancar Dunia Di NTT
Pantai Nemberala di Nusa Tenggara Timur. Shutterstock/Gekko Gallery

JAKARTA - Keajaiban alam Nusa Tenggara Tenggara Timur telah terdengar hingga ke seluruh dunia. Provinsi ini selalu menjadi 'magnet' yang menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang berlibur ke sana. Keelokan destinasi wisata hingga keramahan masyarakat lokal, selalu menjadi tempat yang menarik untuk dijelajahi lebih jauh.

Nah, salah satu destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur yang menjadi surganya bagi para peselancar dunia adalah Pantai Nemberala. Mungkin, nama pantai ini belum begitu familiar di telinga masyarakat Indonesia pada umumnya.

Dilansir dari berbagai sumber, Pantai Nemberala berlokasi di desa Nemberala, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan Australia. Pantai ini memiliki panorama yang indah dan ombak kelas dunia yang selalu diburu peselancar dari berbagai belahan dunia.

Pantai Nemberala adalah pantai indah yang menjadi list dari para peselancar mancanegara untuk menjajal gelombang ombaknya. Pantai Nemberala menjadi salah satu pantai di Kabupaten Rote Ndao yang bertaraf internasional, terutama dari sisi kualitas ombak.

Seiring berjalannya waktu, Pantai Nemberala semakin populer di masyarakat pasca diperbincangkan oleh beberapa pesohor negeri hingga kunjungan Presiden Jokowi ke pantai tersebut pada tahun 2018.

Pesona ombaknya menjadi daya tarik yang memikat hati para peselancar dunia. Bahkan, di Pantai Nemberala sering digelar festival selancar tahunan, yang diikuti oleh para peselancar dari berbagai negara.

Festival tersebut biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober. Pada rentang waktu tersebut, ombak Pantai Nemberala bisa mencapai ketinggian 7 meter. Meskipun ombaknya tergolong sebagai ombak yang tinggi, namun tidak masuk kriteria sebagai ombak yang ganas bagi para peselancar profesional.

Bagi wisatawan yang takut berselancar karena gelombang ombak yang terbilang tinggi di pantai ini, bisa juga menonton para peselancar profesional menunggangi ombak dari tepi pantai. Aktivitas ini tentu tak kalah mendebarkannya juga melihat satu persatu peselancar menaklukan dan ditaklukkan oleh ombak Pantai Nemberala.

Untuk diketahui, Pantai Nemberala pernah menyabet juara di kategori Most Populer Surfing Spot di dalam gelaran Anugerah Pesona Indonesia pada tahun 2016. Pada ajang ini, NTT bahkan terpilih sebagai juara umum dengan mengantongi 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu.

Di sisi lain Pantai Nemberala, pohon kelapa tumbuh berjajar seakan memberikan nuansa keteduhan. Wisatawan dapat juga melihat beberapa batuan karang yang besar. Perpaduan pasir putih dan batu karang seolah menjadi bingkaian yang menggambarkan eksotisme pantai ini.

Tak hanya sebatas surga bagi peselancar dunia, pesona alam bawah laut Pantai Nemberala juga masih terjaga dengan baik. Pantai Nembrala juga sangat terkenal sebagai penghasil rumput laut terbesar di Pulau Rote Ndao. Saat menjelang sore hari, wisatawan dapat menyaksikan keindahan momen matahari tenggelam sambil melihat aktivitas para petani rumput laut yang semakin menambah keelokan Pantai Nemberala.

Jika wisatawan ingin berkunjung ke pantai ini, perjalanan dapat ditempuh sekitar 25 menit dengan menggunakan pesawat terbang. Penerbangan berangkat dari bandara El Tari di Kupang ke Bandara David Constantine Saudale di Pulau Rote. Hanya ada dua penerbangan setiap harinya, yaitu pukul 06.30 dan 15.00 WITA.

Pilihan lainnya adalah menggunakan kapal feri cepat yang berangkat dari pelabuhan Tenau di Kupang menuju pelabuhan Ba’a di Kabupaten Rote Ndao. Pelayaran ini memerlukan waktu tempuh sekitar satu sampai dua jam.

Untuk bisa menikmati keindahan Pantai Nemberala, wisatawan tidak dibatasi oleh waktu, sebab pantai ini dibuka 24 jam bagi siapapun yang ingin berkunjung. Wisatawan juga tidak dibebankan dengan biaya tiket masuk untuk dapat mengunjungi pantai ini. 

Wisatawan hanya perlu menyiapkan bujet untuk tiket biaya perjalanan dan penginapan saja. Beberapa penginapan dapat wisatawan temukan dengan mudah di sekitaran kawasan pantai dengan harga yang bervariatif.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER