Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

KULTURA

26 Januari 2023

14:59 WIB

Orang Tua Kurang Harmonis Picu Stunting Anak

Stunting disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah keharmonisan rumah tangga orang tua.

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Rendi Widodo

Orang Tua Kurang Harmonis Picu Stunting Anak
Ilustrasi keluarga harmonis. Shutterstock/Nattakorn_Maneerat

JAKARTA - Stunting merupakan salah satu permasalahan di Indonesia yang hingga saat ini masih belum terselesaikan. 

Walaupun angkanya mengalami penurunan berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di 2022 menjadi 21,6% yang mana sebelumnya adalah 24,4% di 2021, tetapi ini tidak menutup fakta kalau stunting adalah masalah kesehatan yang cukup serius.

Stunting sendiri merujuk pada kondisi kekurangan gizi pada anak di 1.000 hari pertama kehidupan yang berlangsung cukup lama. 

Kondisi ini tidak hanya membuat anak bertubuh pendek, tetapi juga memengaruhi tumbuh kembangnya, perkembangan otak, serta kemampuan kognitif anak. Stunting disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah keharmonisan rumah tangga orang tua.

Dikatakan oleh dokter gizi dr. Marya Haryono, M.Gizi, Sp.GK, FINEM, keharmonisan rumah tangga bisa menjadi faktor penyebab terjadinya stunting pada anak walaupun tidak secara langsung.

Alasannya orang tua yang tidak harmonis cenderung mengalami stres sehingga akhirnya berdampak pada pola asuh dan pola makan anak. Hal inilah yang kemudian mendorong terjadinya stunting pada anak.

"(Keharmonisan rumah tangga) bisa tingkatkan risiko stunting, iya, tetapi tidak secara langsung. Sebab banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya stunting, salah satunya bisa jadi itu," kata dr. Marya dalam Media Brief Kalbe pada Rabu (25/1).

Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE di 2021. Menggunakan survei Riset Kesehatan Dasar Indonesia di 2013, para peneliti menemukan kalau hubungan orang tua yang tidak harmonis berkaitan dengan penurunan tumbuh kembang anak. Penyebabnya adalah orang tua merasa lelah, kurang konsentrasi, dan psikomotorik yang lemah, dan memengaruhi pola makan anak.

Akibatnya, anak pun cenderung mengalami stunting walaupun penelitian ini memperlihatkan kejadian stunting yang dialami anak masih cenderung ringan ke sedang. 

Untuk itu, dr. Marya menyarankan agar orang tua dapat memenuhi nutrisi harian yang diperlukan oleh anak guna mencegah terjadinya stunting. Itu karena stunting merupakan kondisi yang tidak bisa diubah dan berpotensi menurun ke generasi selanjutnya jika tidak ada intervensi sedari dini.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER