Selamat

Senin, 26 Juli 2021

PARIWISATA

13 Juli 2021|17:34 WIB

Menjaga Bunga Keabadian Di Ketinggian

Julukannya sebagai bungan keabadian, memancing tangan-tangan jahil menjadikannya sebagai buah tangan

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageBunga Alpine Edelweiss di Austrian Alps. Shutterstock/dok

JAKARTA – Bunga Edelweis atau Leontopodium Alpinum menjadi salah satu primadona yang bisa dinikmati setiap pendaki. Dijuluki sebagai bunga keabadian, karena memiliki hormon etilen yang menjadikannya tidak bisa gugur.

Nama Edelweis sendiri berasal dari bahasa Jerman, yaitu gabungan antara "edel" yang memiliki arti mulai dan "weis" yang berarti putih. 

Sejarah mencatat, bunga Edelweis pertama kali ditemukan oleh Georg Karl Reinwardt, seorang berkebangsaan Jerman, di Gunung Gede-Pangrango pada tahun 1819.

Tanaman itu tumbuh di ketinggian 1.800–3.000 Mdpl. Maka dari itu, banyak ditemui di beberapa gunung di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Salah satunya Gunung Lawu, yang berlokasi di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Uniknya, di Gunung Lawu terdapat tiga warna, yakni cokelat, putih, dan ungu. Keberadaannya bisa ditemukan saat dalam perjalanan menuju puncak Hargo Dumilah. Jika melakukan pendakian via jalur Candi Cetho, Edelweis bisa dinikmati pada pos sabana pertama.

Selain Lawu, padang Edelweis juga bisa ditemukan di Puncak Plawangan, Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat; Gunung Sindoro, Jawa Tengah; Gunung Papandayan, Jawa Barat; dan di sepanjang jalur summit attack Puncak Triangulasi, Gunung Merbabu, Jawa Tengah.

Hamparan Edelweis juga bisa dinikmati sepanjang jalur pendakian antara Pos Jambangan hingga Kalimati, Gunung Semeru. Para pendaki akan berjalan di hamparan Edelweis yang tinggi dan membentuk seperti lorong bagi para pendaki.

Dan yang paling terbaik, menikmati Edelweis di Alun-Alun Surya Kencana, Gunung Gede. Di sana, bunga-bunga Edelweis tumbuh subur. Para pendaki juga bisa membuat tenda bersebelahan dengan Edelweis tersebut.

Edelweis bisa berbunga saat musim hujan berakhir dan mencapai fase terbaiknya pada bulan April sampai September. Julukan sebagai bunga keabadian membuat Edelweis banyak diburu sebagai buah tangan kala turun dari pendakian. Jelas itu bukanlah tindakan yang dibenarkan. 

Pelestarian bunga Edelweis juga diatur dalam undang-undang. Jelas disebutkan soal larangan memetik Edelweis, karena termasuk tanaman langka dan dilindungi.

Pasal 33 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem, menyebut, setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan zona inti taman nasional.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER