Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

15 Juni 2022

08:00 WIB

Mengenal Penyakit Kaki Diabetes Dan Gejalanya

Kelainan kaki pada penderita diabates disebabkan karena adanya gangguan aliran darah ke pembuluh darah dan saraf.

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Satrio Wicaksono

Mengenal Penyakit Kaki Diabetes Dan Gejalanya
Ilustrasi kaki. Freepik

JAKARTA - Penyakit kaki diabetes merupakan kondisi abnormalitas atau kelainan pada kaki penyandang diabetes. Penyebabnya beragam, namun kebanyakan akibat naiknya kadar gula darah. 

Diabetes sendiri menyebabkan beragam komplikasi, diantaranya gangguan aliran ke pembuluh darah dan saraf.

Saat mengalami gangguan pembuluh darah, pasokan darah ke ujung kaki pun terganggu. Hal inilah yang menyebabkan kaki mudah terluka. Ditambah lagi dengan kadar gula yang berlebih, menjadikannya semakin sulit sembuh.

Selain itu, diabetes juga menyebabkan gangguan pada saraf, termasuk saraf sensorik. Kondisi ini akan menyebabkan pasein terasa baal dan tidak merasakan sakit. Akibatnya, tidak sedikit pasien yang tidak merasakan gejala dari penyakit kaki diabetes dan mengabaikannya karena tidak merasa sakit. Padahal, hal itu justru menandakan kondisi sudah semakin parah. 

Luka di kaki penderita diabetes yang tak kunjung sembuh dapat meluas, bertambah parah dan membusuk, hingga jalan keluar terakhir harus dilakukan amputasi.

"Untuk itu perlu dilakukan pencegahan pada penyandang diabetes terhadap penyakit kaki diabetes ini karena risikonya kalau tidak amputasi, cacat, atau meninggal. Bahkan sebuah data memaparkan 40 sampai 60% amputasi diakibatkan dari diabetes," tutur dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi metabolik diabetes Eka Hospital Bekasi, dr. I Gusti Ngurah Adhiarta, saat peluncuran Diabetes Connection Care di Bekasi, Selasa (14/6).

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala, mengenali faktor risiko terjadinya penyakit kaki diabetes, menggunakan alas kaki, dan segera atasi kelainan sebelum terjadinya ulkus atau luka.

Faktor risiko yang dimaksud adalah gangguan saraf tepi, seperti sering merasa kesemutan atau hilang rasa pada kaki, kelainan pembuluh darah yang ditandai dengan pembusukan pada ujung kaki, kelainan biomekanik kaki seperti tulang kaki yang menonjol, kelainan struktur kaki, tekanan kaki yang berlebih, adanya riwayat ulkus, kelainan perubahan kuku, adanya trauma pada kaki, atau alas kaki yang dipakai tidak adekuat.

Jika mengenali faktor risiko tersebut, segera konsultasikan diri ke tenaga kesehatan terdekat supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat, sambil tetap mengontrol gula darah agar tetap di batas normal dan melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER