Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

GAYA HIDUP

10 Juni 2021|21:00 WIB

Mengenal Gender Fluid Lewat Karakter Marvel Loki

Gender fluid masuk ke dalam kategori non-biner

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi gender. Pixabay/dok

JAKARTA - Serial terbaru Disney+ Hotstar Loki baru dirilis kemarin, Rabu (9/6). Namun ada yang menarik dari serial yang berfokus pada kisah God of Mischief itu, yakni gendernya.

Diketahui, gender Loki adalah fluid. Sebenarnya sejak lama orang-orang berspekulasi kalau Loki diidentifikasi sebagai gender fluid. Itu karena kemampuannya yang mampu berubah bentuk menjadi siapa saja, baik laki-laki dan perempuan.

 Dalam komik Loki: Where Mischief Lies, misalnya, Loki sempat mengatakan kalau dia merasa sama nyamannya, baik menjadi laki-laki dan perempuan. Ia juga menyebut kalau dia tidak merubah gendernya, tetapi hadir sebagai keduanya. Tidak berhenti di situ, sang penulis, Mackenzi Lee pun menambahkan kalau ia sengaja ingin membawa queerness Loki ini ke dalam novel grafiknya.

"Saya pikir dapat berubah bentuk sudah membuatnya (Loki) menjadi fluid, dan begitu juga dengan versi dirinya di mitologi Nordik, kita melihat Loki memanipulasi jenis kelaminnya dan memiliki banyak pasangan," tuturnya dalam Comics Beat dikutip dari Distractify.

Apa itu fluid? Dikutip dari laman resmi Universitas Harvard, fluid atau gender fluid merujuk pada perubahan ekspresi gender dan identitas gender pada seseorang. 

Hal ini berlainan dengan cisgender, yang artinya identitas gender seseorang sesuai dengan jenis kelamin yang mereka miliki sejak lahir, seperti laki-laki dan perempuan. Pada gender fluid, mereka bisa mengidentifikasi diri mereka sebagai perempuan pada suatu hari, namun juga sebagai laki-laki di hari lainnya.

"Menjadi gender fluid artinya Anda tidak memiliki gender yang sudah ditentukan atau berada di spektrum gender. Istilah ini untuk mengetahui kalau ada spektrum dan gender fluid bukan biner. Bagaimana pengalaman dengan gender biasanya berubah dari waktu ke waktu atau tergantung pada situasinya," tutur psikiater Margaret Seide, MD dikutip dari Verywell Mind.

Gender fluid masuk ke dalam kategori non-biner, yakni identitas gender yang digunakan oleh individu untuk tidak ingin disebut sebagai laki-laki atau perempuan. Mereka juga umumnya menggunakan kata ganti 'they/them' (mereka). 

Beberapa orang dengan gender fluid biasanya mengubah kata ganti mereka sesuai dengan gender mereka. Semisal pada hari ini mereka menggunakan 'they', hari berikutnya bisa saja mereka memakai kata 'she/her/hers' (dia untuk feminin).

Meski begitu, Seide menekankan kalau gender fluid berbeda dengan seksual fluid. Gender fluid adalah fleksibilitas pada gender yang diidentifikasikan pada diri seseorang. 

Sementara seksual fluid merujuk pada fleksibilitas pada siapa seseorang merasa tertarik. Seksual fluid biasanya termasuk pada kategori panseksual, aseksual, dan biseksual, meskipun hingga saat ini masih ada banyak kategori lainnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA