Selamat

Senin, 26 Juli 2021

PARIWISATA

13 Juli 2021|09:02 WIB

Mengemas Wisata Religi Lewat Storytelling

Agenda wisata virtual sangat menarik untuk dikembangkan

Oleh: Satrio Wicaksono

ImageWarga beribadah di lokasi Wisata Religi Batu Quran, Pandeglang, Banten. Antara foto/dok

JAKARTA – Bukan hanya wisata alam, seni dan budaya dan sejarah, Bumi Nusantara juga memiliki banyak tempat wisata religi. Ini merupakan potensi yang harus digarap lebih serius. 

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Rizki Handayani Mustafa mengatakan, pentingnya pendekatan bercerita (storytelling) untuk mempromosikan wisata religi di Indonesia menjadi lebih menarik.

"Potensi wisata religi Indonesia sangat besar. Misalnya, wisata penyebaran Islam dari Sabang sampai Merauke, dikemas dengan storytelling, narasi. Kami berharap pemerintah daerah untuk aktif dan menggali itu, dan kami dari Kemenparekraf hadir memfasilitasi," kata Rizki, dikutip dari Antara, Selasa (13/7).

Pemerintah sendiri, kata dia, juga telah bergerak melakukan upaya tersebut. Salah satunya dengan menggandeng objek yang memiliki nilai sejarah tinggi di dalamnya, seperti Masjid Istiqlal di Jakarta.

"Ada beberapa strategi yang kita lakukan, seperti kerja sama dengan Masjid Istiqlal bagaimana untuk mengembangkan wisata religi, bagaimana Islam itu tak hanya untuk umat Muslim karena banyak hal yang bisa kita kembangkan," kata dia.

"Itu juga kenapa kami kerja sama dengan Istiqlal untuk membuat narasi, karena mereka punya sejarah dan keberagaman toleransi yang luar biasa," lanjutnya. 

Bentuk wisata religi pun bermacam-macam. Mulai dari mengunjungi tempat-tempat bernuansa Islami, ziarah sesuai syariah Islam, halal tourism, hingga wisata alam yang menawarkan keheningan tersendiri bagi pengunjungnya untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Berwisata alam, keheningan alam bisa menjadi momen religi juga. Dan ini, kalau bisa dibuatkan cerita, menurut saya, sudah jadi bagian wisata religi. Bagaimana membuat perjalanan itu mengisi batin, karena wisata religi itu lebih ke mengisi pikiran dan hati," kata Rizki.

"Itu hanya bisa dilakukan kalau kita ada kontennya, dan itu banyak sekali. Tour operator kita banyak membuat itu, dan harus diperkenalkan. Kami mengimbau asosiasi wisata religi untuk memulai, karena potensi kita besar sekali," imbuhnya.

Selain itu, Rizki mengatakan, pihaknya juga melakukan berbagai macam strategi termasuk pengembangan acara di hari raya keagamaan, hingga virtual travelling.

"Kami mendukung untuk kegiatan virtual lokal, agar nantinya mampu meningkatkan pergerakan antardestinasi. Namun, storytelling ini tetap penting. Membuat paket wisata yang ada ceritanya, dan ini sedang kita dorong," pungkasnya.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER