Selamat

Minggu, 13 Juni 2021

PARIWISATA

03 Juni 2021|20:29 WIB

Menanti Wisata Kesehatan Besutan Kemenparekraf Dan IDI

Potensi pasar pariwisata medis global hingga tahun 2026 diperkirakan mencapai US$179,6 juta atau sekitar Rp2.580,4 triliun.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageMenparekraf Sandiaga Uno bekerja di ruangannya di Politeknik Pariwisata Bali, Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (27/5/2021). ANTARAFOTO/Fikri Yusuf

JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menginisiasi pengembangan wisata kesehatan atau wisata medis. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, wisata medis saat ini menjadi salah satu unggulan dalam menarik minat wisatawan di sejumlah negara. 

"Kita harus bergandengan tangan untuk menangani isu-isu strategis dalam pengembangan wisata kesehatan di Indonesia," kata Sandi dalam pertemuan di kantornya, Rabu (2/6).

Kemenparekraf dan IDI nantinya akan menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) guna memperkuat komitmen ini. Destinasi wisata kesehatan rencananya akan dibagi ke beberapa klaster, antara lain Wisata Medis Indonesia, Wisata Kebugaran, Estetika, Anti Penuaan dan Herbal Indonesia, Wisata Ilmiah Kedokteran Indonesia (MICE), serta Wisata Olahraga Kesehatan Indonesia.
 
Data “Research And Market Maret 2020” mencatat, potensi pasar pariwisata medis global hingga tahun 2026 diperkirakan mencapai US$179,6 atau sekitar Rp2.580,4 triliun. Sayangnya, di Indonesia, potensi ini belum maksimal. Bahkan, Indonesia belum masuk top destinations di ASIA dalam medical tourism berdasarkan data Global Healthcare Resources & International Healthcare Resource Center.

Maka dari itu, Sandi berharap langkah ini menjadi jalan agar Indonesia memiliki wisata medis. Menparekraf juga menyambut baik dan akan mendorong terbentuknya Konsil Wisata Kesehatan Indonesia (Indonesia Health Tourism Board). Kesepakatannya akan ditandatangani dalam waktu dekat.

Konsil Wisata Kesehatan Indonesia ini nantinya bertugas menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat daya tarik wisata kesehatan dunia. Caranya dengan melakukan pengembangan inovasi produk, kolaborasi layanan unggulan wisata kesehatan Indonesia dan membangun komitmen agen perjalanan dan event organizer sebagai penyelenggara lima klaster konsep wisata kesehatan Indonesia. Termasuk meningkatkan packaging branding, promotion, dan marketing layanan unggulan wisata kesehatan Indonesia.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA