Selamat

Minggu, 25 Juli 2021

SENI & BUDAYA

22 Juli 2021|12:41 WIB

Memahami Matematika Weton Jawa

Perhitungan weton tidak terlepas dari ilmu matematika, misalnya barisan dan deret.

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageIlustrasi Weton Jawa. Sumber foto: Ist/dok

JAKARTA – Kebudayaan Jawa memiliki tradisi perhitungan hari tradisional yang bersumber dari Kitab Primbon. Perhitungan hari ini biasanya disebut dengan weton atau pola perhitungan tradisional yang menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas kehidupan.

Weton menjadi rujukan masyarakat tradisional untuk mengetahui hal penting atau menentukan tanggal penting, misalnya untuk menentukan hari baik pernikahan hingga mengetahui kecocokan dengan pasangan.

Penelitian David Setiadi dan kawan-kawan dalam jurnal ADHUM Vol. VII No 2, Juli 2017, tentang tradisi perhitungan weton masyarakat Jawa di Purworejo, Jawa Tengah, mengatakan perhitungan weton tidak terlepas dari ilmu matematika, misalnya barisan dan deret. Keduanya berlaku dalam sistem perhitungan weton.

Misalnya, dalam menentukan hari baik untuk pernikahan, masyarakat Jawa mempertimbangkan angka hari dan angka hari pasaran Jawa calon pengantin. Ada tujuh hari untuk Senin-Minggu, sementara hari pasaran Jawa ada lima (Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon).

Setiap nama hari, baik hari biasa atau hari pasaran Jawa memiliki nilai. Ketentuan nilai termaktub dalam Kitab Primbon. Hari Senin memiliki nilai atau neptu 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9 dan Minggu 5. 

Sementara, nilai pasaran Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4 dan Kliwon 8.

David dkk. menulis, ada dua cara menghitung weton untuk hari pernikahan, yaitu perhitungan berdasarkan hari lahir atau pasarannya.

Misalnya, hari kelahiran Bunga adalah Rabu Wage. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu membuat urutan hari mulai dari Rabu (urutan 1), Kamis (2), Jumat (3), Sabtu (4), Minggu (5), Senin (6) dan Selasa (7).

Pengurutan itu untuk memudahkan dalam memilah mana hari berbilangan genap dan mana yang ganjil. Hari yang dicari adalah hari yang mempunyai urutan genap, yaitu Kamis, Sabtu dan Senin. Maka untuk sementara, ketiga hari itu menjadi kandidat untuk dipilih sebagai hari pernikahan.

Untuk memilih hari di antara tiga pilihan tersebut, terlebih dahulu haruslah diperhitungkan kecocokan dengan pasarannya. Dalam hal ini, nilai hari dijumlahkan dengan nilai pasaran, hasilnya kemudian dibagi 4. Angka sisa dari hasil perhitungan tambah dan bagi tersebut menjadi kunciannya.

Idealnya, angka sisa dari penjumlahan dan pembagian itu adalah 1 atau 2, tidak lebih. Contohjika nilai hari ditambah nilai pasaran adalah 13, maka hasil pembagiannya menyisakan 1 bilangan yang tidak habis dibagi. Sementara 12 sudah genap dibagi 4 dengan hasil 3 (12 : 4 = 3, sisa 1).

Kitab Primbon mengatakan, sisa 1 merupakan simbol guru, orang yang menjadi panutan. Sementara sisa 2 merupakan simbol Wisnu, sisa 3 simbol panas api, dan sisa 4 simbol pikun atau kurang perhitungan.

Kembali ke perhitungan hari pernikahan Bunga. Dengan berpedoman pada rumus tersebut, maka Kamis Pahing adalah pilihan yang tepat untuk dijadikan hari pernikahan. Kamis bernilai 8, sementara Pahing nilainya  9. Maka nilai Kamis Pahing yaitu 17. Angka 17 ini menyisakan 1 bilangan yang tidak habis dibagi jika dibagi 4 (16 : 4 = 4, sisa 1).

Hari lainnya yang juga cocok untuk dijadikan hari pernikahan Bunga yaitu Kamis Legi yang nilainya 13. Simulasinya yaitu 13 : 4 = 3, sisa 1. Adapun yang tidak cocok yaitu hari Senin Pon karena memiliki nilai 11. Angka sebelas jika dibagi 4 menyisakan 3 bilangan yang tidak habis dibagi. 

Nah, tanggal berapakah Kamis Pahing itu? Jawabanya bisa dengan mudah ditemukan dengan mengecek Kalender Jawa yang saat ini sudah banyak tersedia secara online. Di Bulan Juli 2021 ini, misalnya, Kamis Pahing jatuh pada tanggal 15.

Selain hari, masyarakat Jawa juga memperhatikan bulan. Ada bulan-bulan Jawa yang dianggap baik untuk melangsungkan pernikahan, namun ada pula yang dianggap kurang baik. Beberapa bulan yang dianggap kurang baik dipilih sebagai bulan melangsungkan pernikahan yaitu bulan Ramadhan, Dulkaidah, Maulud dan Suro.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER