Mahasiswa UI Kembangkan Aplikasi Pemeriksa Kesehatan Jantung | Validnews.id

Selamat

Rabu, 08 Desember 2021

29 Mei 2021|18:00 WIB

Mahasiswa UI Kembangkan Aplikasi Pemeriksa Kesehatan Jantung

Pengguna aplikasi bisa menghitung irama jantung hanya dengan meletakkan salah satu jari di ponsel.

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Yanurisa Ananta

Mahasiswa UI Kembangkan Aplikasi Pemeriksa Kesehatan JantungSumber foto: Dokumentasi Universitas Indonesia (UI)

JAKARTA – Empat mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia mengembangkan aplikasi untuk memeriksa kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular. Inovasi ini berawal dari keresahan mengenai penyakit jantung yang menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia, bahkan di dunia.

Aplikasi yang diberi nama CardiWatch ini dikembangkan oleh Clouddian Fazalmuttaqin, Nathasya Eliora Kristianti, Douglas Raevan Faisal, dan Adam Maulana. Keempatnya sedang mengikuti kompetisi Imagine Cup 2021.

“Kami percaya, dengan teknologi semua orang dapat ikut serta dalam mencegah, mendeteksi, dan meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan jantung,” ujar Clouddian dalam siaran pers, Jumat (28/5).

Aplikasi CardiWatch dikembangkan secara low-cost. Menggunakan screening awal berbasis photoplethysmography (PPG), aplikasi akan memonitor detak jantung dengan melihat perubahan volume darah pada pembuluh darah. Melalui aplikasi pengguna juga bisa berkonsultasi seputar kesehatan jantung dan penyakit kardiovaskular bersama dokter spesialis jantung.

Aplikasi CardiWatch memiliki fitur utama berupa screening Arrhythmia, yang berkaitan dengan kondisi gangguan pada irama jantung. Pengguna cukup meletakkan salah satu jari mereka pada smartphone yang telah ter-install dengan posisi menutupi kamera belakang dan flash. Lalu, pengguna akan melihat hasil screening yang ditampilkan berisi beats per minutes (bpm) jantung dan indikator Arrhythmia atau tidak.

Pejabat Dekan Fasilkom UI, Dr. Petrus Mursanto mengatakan, inovasi Clouddian bersama tim berhasil mengamankan posisi mereka sebagai finalis dalam ajang yang diselenggarakan oleh Microsoft.

“Pencapaian para mahasiswa kami ini menunjukkan bahwa materi pengajaran di bangku kuliah dapat memberi solusi terhadap permasalahan di masyarakat,” kata Petrus.

Petrus menambahkan, Fasilkom UI juga akan mendukung talenta-talenta berbakat di bidang teknologi lainnya agar terus berinovasi guna menjawab permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat. Seperti yang dilakukan para mahasiswanya dalam mengembangkan teknologi kesehatan CardiWatch.

Kompetisi Imagine Cup 2021 melibatkan para ahli teknologi muda dari seluruh dunia untuk mempromosikan adaptasi platform, memperluas akses pasar, hingga mencari talenta terbaik. Imagine Cup fokus pada inovasi yang dapat mengubah cara hidup manusia, baik solusi maupun aplikasi yang bisa menyelamatkan hidup orang banyak. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER