Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

TEKNO

11 Juni 2021|18:24 WIB

Mahasiswa ITB Ciptakan Prototipe Baterai Organik Dari Alga Merah

Pemanfaatan rumput laut di Indonesia belum optimal karena kebanyakan petani hanya menjual rumput laut dalam bentuk kering yang nilai jualnya lebih rendah.

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageSumber foto: dokumentasi ITB

JAKARTA – Dua mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan prototipe baterai organik berbahan dasar alga merah. Penemuan ini berawal dari keinginan Yumna Dzakiyyah (Teknik Elektro 2019) dan Richie Fane (Teknik Industri 2019) untuk meningkatkan value rumput laut Indonesia. Pasalnya, Indonesia memiliki rumput laut yang berlimpah.

Yumna mengatakan, sebelum menciptakan prototipe baterai, ia dan Richie melakukan riset lebih dulu bersama tim dari startup yang bergerak di bidang SME (Small Medium Enterprise). Mereka menemukan, pemanfaatan rumput laut di Indonesia belum optimal. Hal itu karena kebanyakan petani hanya menjual rumput laut dalam bentuk kering yang nilai jualnya lebih rendah.

“Ketika kita menemukan rumput laut mempunyai potensial yang lebih, kita berangkat dengan ide ini,” ungkap Yumna dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (11/6).

Richie menjelaskan, prototipe baterai ini tersusun atas komponen elektroda dari bahan organik dan komponen elektrolit dari ekstrak rumput laut bernama karagenan. Baterai tersebut termasuk kategori baterai sekunder bersifat rechargeable.

Berdasarkan studi literatur keduanya, performa baterai organik dengan gabungan elektroda organik dan biopolimer elektrolit akan menghasilkan performa yang kompatibel dengan baterai Li-ion 

“Prototipe ini dibuat pada temperatur lingkungan dan telah dilakukan uji terhadap komponen elektrolit,” katanya.

Selain itu, baterai organik ini ramah lingkungan. Mulai dari proses pembuatan baterai hingga pengolahan limbahnya memperhatikan aspek lingkungan maupun kesehatan. Keunggulan ini yang membuat Yumna dan Richie mendapat nilai lebih dalam  ajang Schneider Go Green 2021 di tingkat Asia Pasifik.

“Masyarakat dapat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan, melihat suatu produk dari seluruh rantai nilainya, dan pada akhirnya berkontribusi dalam mewujudkan dunia lebih green dan sustainable,” pungkas Richie.

Inovasi tersebut membawa keduanya berhasil menduduki peringkat pertama pada ajang Schneider Go Green 2021 di tingkat Asia Pasifik. Pada proses penciptaan prototipe baterai organik ini, Yumna dan Richie dibantu  Dr.Ir. Mervin Tangguar Hutabarat, M.Sc. (dosen Elektronika) dan Dr. Ir Paula Santi Rudati, M.Si sebagai mentor.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA