Selamat

Rabu, 20 Oktober 2021

12 Oktober 2021|18:47 WIB

Layaknya Pacaran, Sutradara Dan Aktor Harus Punya Chemistry

Sebagai sutradara kawakan, Riri Riza selalu membangun suasana yang hangat dan menyenangkan dengan seluruh pemain dan kru film.

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageRiri Riza, Nicholas Saputra dan Caitlin North Lewis saat jumpa konferensi pers film "Paranoia" yang digelar secara hybrid, beberapa waktu lalu. Dok. pribadi.

JAKARTA – Relasi yang berhasil adalah yang dilandasi oleh keterikatan emosional serta pikiran orang-orang di dalam hubungan tersebut. Tidak saja dalam suatu relasi percintaan, chemistry itu dibutuhkan dalam segala jenis relasi.

Begitu pula yang diyakini sutradara Riri Riza dan para aktornya, Nicholas Saputra hingga Lukman Sardi. Tiga orang ini bertemu dalam proyek film terbaru, “Paranoia”, bersama Mira Lesmana, Nirina Zubir dan Caitlin North Lewis.

Riri mengatakan, dalam proses produksi film, ia senantiasa berusaha menghadirkan suasana yang menyenangkan serta membangun komunikasi yang intensif dengan segenap kru film. Hal itu penting agar semua yang terlibat merasa nyaman sehingga membangun ikatan emosi yang positif bagi kerja kolaborasi mereka.

Ia juga menekankan pentingnya visi yang sama serta kegairahan yang sama terhadap film. Hal itu pula yang ia temukan pada Nicholas Saputra, Lukman Sardi dan para cast lainnya saat memproduksi “Paranoia”.

“Dan tentu saja ada rasa percaya. Saya yakin kita itu, dalam banyak hal, kepercayaan kita itu sama. Kepercayaan terhadap pekerjaan, kepercayaan terhadap profesionalisme, tentang cerita itu apa, penokohan itu mestinya kayak apa, jadi banyak hal bisa kita share,” ungkap Riri.

Menurut Riri, ikatan yang kuat di antara para pemain, sutradara dan kru itu bisa bertahan sangat lama, langgeng meskipun proses produksi sudah selesai. Karena itulah, Riri selalu memiliki relasi yang hangat dengan para aktor maupun kru yang pernah bekerja sama dengannya.

Tuturan itu dibenarkan Nirina Zubir yang terlibat sebagai pemeran utama dalam film “Paranoia”. Ia merasa menemukan ruang yang nyaman untuk belajar, berproses dan bertumbuh bersama Riri Riza serta yang lainnya.

“Sebagai pemain, dikasih ruang yang nyaman itu membuat saya berpikir, ini tu kesempatan saya, jadi harus lakukan yang terbaik. Dengan teman-teman cast lainnya kita punya hubungan yang hangat, kita share vila bareng, rebut-rebutan kamar,” ucap Nirina.

Dari sisi lain, Nicholas Saputra menilai chemistry harus dibangun dengan keterbukaan setiap pihak untuk memberi dan menerima. Sebagai aktor, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar pemain, dan juga perlunya membangun kedekatan personal yang kuat selama proses syuting berlangsung.

Bagi Nicho yang selalu menjadi aktor pilihan Riri Riza ini, kolaborasi dan saling pengertian antar aktor itulah yang menjadi kunci suatu permainan yang impact full.

“Kalau main film itu lebih tentang kolaborasi, bukan lawan dalam artian siapa yang lebih baik di antara kita. Hubungan personal selama syuting, itu menjadi penting,” kata Nicho.

Sama dengan Nicholas Saputra, Lukman juga menekankan tentang kolaborasi. Bukan hanya antara sesama pemain, katanya, tapi kolaborasi menyeluruh antar semua kru yang terlibat dalam suatu produksi. Lukman juga mengutamakan adanya suasana yang nyaman untuk semua kru menjalankan perannya.

“Buat aku pertama suasana kerja, kolaborasi bukan hanya dengan pemain tapi juga semua kru gimana kita suport satu dengan yang lain, bukan cuma bagaimana saya bisa memerankan dengan baik, kita perlu punya chemistry kuat, obrolan bersama itu bisa jadi sebuah pelajaran,” kata dia.

“Mas Riri selalu memulai dengan obrolan, buat para aktor itu sesuatu, kita mau membuka diri dan itu akhirnya bisa jadi bahan untuk mengembangkan karakter kita,” imbuhnya lagi.

Sebagai informasi, “Paranoia” adalah film bergenre drama thriller pertama dari Riri Riza dan Mira Lesmana. Kisahnya yaitu tentang Dina (diperankan Nirina Zubir) yang melarikan diri dari suaminya, Gion (Lukman Sardi). Ia diburu karena selain lari bersama anak mereka, Laura (Caitlin North Lewis) juga membawa sebuah barang berharga. Dalam persembunyian itu, seorang pria tak dikenal bernama Raka (Nicholas Saputra) muncul dan mengusik hubungan Dina dan Laura.

Film “Paranoia” baru saja diganjar empat nominasi di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 201, yaitu untuk kategori Film Panjang Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik untuk Nirina Zubir, Sutradara Terbaik, serta Penata Suara Terbaik.

Film “Paranoia” akan mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 11 November mendatang.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA