Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|17:17 WIB

Kru Film Dan Televisi Hollywood Akan Mogok Kerja

Mereka menuntut kondisi kerja yang lebih baik serta perbaikan dari sisi gaji.

Oleh: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi Hollywood. Pixabay/dok

JAKARTA – Kru set film dan televisi Hollywood akan melakukan aksi mogok kerja pada pekan depan, kecuali studio yang telah memenuhi tuntutan atas kondisi kerja yang lebih baik. Aksi tersebut disebut merupakan yang terbesar sejak tahun 1940-an.

Aliansi Internasional Karyawan Panggung Teater (IATSE) yang mewakili 60.000 pekerja film dan televisi, mulai dari operator kamera hingga pembuat set dan desainer kostum, telah berbulan-bulan melakukan pembicaraan dengan organisasi industri papan atas yang mewakili Disney, Warner, dan Netflix.

IATSE mengatakan, meskipun berbulan-bulan melakukan negosiasi, studio Hollywood telah mengabaikan tuntutan mereka untuk jam kerja yang lebih pendek, istirahat yang lebih lama di antara shift, dan peningkatan gaji untuk berpenghasilan terendah.

“Tanpa tenggat waktu, kami akan negosiasi selamanya. Anggota kami berhak mendapatkan kebutuhan dasar mereka sekarang. Laju tawar-menawar studio tidak mencerminkan rasa urgensi,” kata kepala IATSE, Matthew Loeb, yang dilansir AFP sebagaimana dikutip dari Antara, Kamis (14/10). 

Dengan industri film dan televisi yang mencoba untuk meningkatkan produksinya setelah pembatasan akibat pandemi covid-19, IATSE menginginkan hukuman yang lebih berat untuk produksi yang memaksa anggota untuk bekerja pada saat mereka seharusnya istirahat makan siang.

Mereka juga mengkritik kegagalan Hollywood untuk memperbarui gaji. Bahkan sering kali lebih rendah untuk anggota kru saat mengerjakan proyek untuk platform streaming, yang saat ini memiliki anggaran sebanding dengan film laris Hollywood.

Sementara itu, Aliansi Produser Film dan Televisi yang mewakili studio besar dan jaringan televisi tidak segera menanggapi permintaan konfirmasi AFP. Baru-baru ini mengatakan kepada media AS bahwa mereka telah membuat konsesi tentang upah, pensiun, dan perawatan kesehatan untuk IATSE.

Pemogokan besar Hollywood terakhir yang menimbulkan kekacauan pada jadwal produksi adalah pemogokan penulis pada tahun 2007 dan 2008.

Sementara para pekerja teknis di balik layar, seperti operator kamera dan penata rias, terakhir kali melakukan pemogokan pada 1945 yang dikenal sebagai “Hollywood Bloody Friday”. Pada saat itu terjadi bentrokan hebat di luar studio Warner Bros dekat Los Angeles.

Anggota IATSE memberikan suara mayoritas pada pekan lalu untuk mendukung pemogokan jika negosiasi tidak berhasil, sehingga membuat perselisihan yang sudah berlangsung lama menjadi semakin memanas.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA