Selamat

Jumat, 24 September 2021

30 Agustus 2021|15:34 WIB

Komunitas Lyfe With Less Usung Kampanye #PakaiSampaiHabis

Mengajak masyarakat bijak dalam berkonsumsi

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Satrio Wicaksono

Imagekomunitas Lyfe With Less gagas kampanye pakai sampai habis. Ist/dok

JAKARTA - Beberapa tahun belakangan ini, skincare memang menjadi primadona di kalangan kawula muda, baik perempuan maupun laki-laki. Dengan produk perawatan kulit itu, bisa membuat tampilan wajah jadi sehat dan glowing.

Apalagi, sekarang sudah banyak deretan skincare yang mudah didapatkan di e-commerce, mulai dari brand lokal hingga Korea. Akibatnya, beberapa orang menjadi konsumtif dengan membeli dan mencoba berbagai produk-produk tersebut.

“Namun, jumlahnya yang banyak itu membuat produk tersebut tidak terpakai atau jarang digunakan. Hingga akhirnya produk sudah expired dan berujung ke tempat sampah,” ujar Cynthia S. Lestari, founder komunitas Lyfe With Less dalam Gathering Campaign #PakaiSampaiHabis secara virtual, beberapa waktu lalu.

Bila akhirnya dibuang begitu saja, tentu akan mengakibatkan limbah yang tak terhitung jumlahnya. Selain itu, limbah tersebut hanya sekadar dibuang saja tanpa terkelola dengan baik. Tentunya, situasi seperti itu akan mencemari lingkungan.

Lewat kampanye #PakaiSampaiHabis, Lyfe With Less mengajak masyarakat untuk melakukan sustainable beauty (kecantikan berkelanjutan) yang ramah lingkungan. Dengan menggunakan produk kecantikan hingga habis, kita akan mengurangi limbah dari produk tersebut.

#PakaiSampaiHabis sendiri adalah kampanye yang mengedukasi dan mengajak masyarakat agar bijak dalam berkonsumsi. Ketika membeli suatu produk, maka perlu dihabiskan dan memilah limbahnya agar dapat diolah kembali.

“Dengan kampanye tersebut, konsumen akan terbiasa untuk lebih bertanggung jawab atas barang yang telah dibelinya,” tuturnya.

Selain menghabiskannya, kita juga perlu memikirkan limbah skincare itu akan berakhir di mana. Untuk mengatasi limbahnya, Lyfe With Less mengajak konsumen untuk mengumpulkan dan mengirimkan empties produk kecantikan. 

Chintya mengatakan, pengiriman limbah produk kecantikan ini juga didukung oleh beberapa brand kecantikan dan partner lainnya. Salah satu kegiatan sustainable beauty ini sudah dilakukan sejak awal Agustus hingga akhir Oktober mendatang.

“Tercatat hingga 25 Agustus 2021, telah terkumpul 1.790 empties yang dikirimkan oleh konsumen atau kami menyebutnya Empties Heroes. Sebab, mereka adalah bagian dari penyelamat limbah empties produk kecantikan,” ungkap ibu muda tersebut.

Demi terciptanya sustainable beauty, Cynthia bersama brand partner yang mendukung kampanye tersebut memberikan kemudahan bagi konsumen. Melalui keringanan ongkos kirim, akan memudahkan para konsumen untuk mengirimkan empties ke Lyfe With Less.

“Dengan begitu, campaign ini menjadi langkah awal yang baik untuk pengguna maupun produsen kecantikan. Jadi, kita dapat berkontribusi pada pencapaian sustainable beauty dan pengurangan limbah produk kecantikan di TPA,” pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER