Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

12 April 2022

12:29 WIB

Kolase Visual Bunyi Dan Gambar Di "Asemic Sound Cycles"

Lewat tajuk "Asemic Sound Cycles", seniman asal Kanada Felix Antoine Morin mencoba mempuitiskan komposisi bunyi dan gambar di Galeri Salihara.

Editor: Rendi Widodo

Kolase Visual Bunyi Dan Gambar Di "Asemic Sound Cycles"
Pameran "Asemic Sound Cycles" di Galeri Salihara. Dok. Komunitas Salihara

JAKARTA – Pameran bertajuk "Asemic Sound Cycles" karya seniman Kanada Felix Antoine Morin menjadi instalasi seni di semester pertama 2022 di Komunitas Salihara Arts Center dengan menonjolkan kolase visual bunyi dan gambar.
 
Dikutip dari Antara, Selasa (12/4), dijelaskan pameran yang akan berjalan hingga 24 April 2022 ini secara eksklusif memamerkan representasi bentuk musik berdasarkan repertoar komposisi yang digubah juga oleh Félix-Antoine Morin.
 
Melalui konstruksi visual dan permainan ketukan, ia menciptakan hubungan antar bunyi dan mengubah nada-nada utama menjadi materi yang abstrak. Hasilnya adalah bentuk-bentuk karya yang puitis dan berirama dalam torehan-torehan grafis.
 
Karya media baru ini tidak hendak ditafsirkan dari sisi musikalitasnya dan pecinta seni dapat menikmati pengalaman estetik yang multitafsir berdasarkan keberagaman persepsi yang abstrak.
 
Di sisi yang lain "Asemic Sound Cycles" hendak menunjukkan sisi kepekaan musik dan gambar dari si seniman. Selain torehan-torehan grafis, karya lain dalam pameran ini adalah instalasi yang terletak di tengah Galeri Salihara.
 
Terinspirasi oleh teknik “locked groove” yang ditemukan oleh Pierre Schaeffer pada pertengahan abad 20. Teknik tersebut hendak menjelaskan fenomena timbulnya bunyi saat jarum alat pemutar piringan hitam menyentuh alur-alur di piringan.
 
Dengan metode serupa, instalasi bunyi karya Morin terdiri dari sebuah mikrofon yang mengeluarkan reaksi bunyi terhadap benda-benda yang dilewatinya di sepanjang lantai.
 
Tentunya pameran sayang sekali untuk dilewatkan karena ini menjadi bagian dari tur pameran tunggal Morin yang sebelumnya telah dilaksanakan di Prancis, Meksiko, dan Turki.
 
Felix-Antoine Morin merupakan seniman yang mempelajari seni visual di Université du Québec à Montréal (UQAM) dan aransemen elektro akustik di Conversatory of Montreal.
 
Ia pernah memenangkan penghargaan JTTP pada tahun 2008 dan menerima penghargaan Joseph S. Stauffer dari dewan kesenian Kanada pada 2012. Karya-karyanya telah banyak dipamerkan di berbagai acara berskala nasional dan internasional.
 
Karya-karya Félix-Antoine Morin terinspirasi dari komposisi nada musik sakral dan tradisional yang banyak digunakan dalam berbagai ritual adat.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER