Selamat

Senin, 26 Juli 2021

PARIWISATA

12 Juli 2021|12:17 WIB

Kini, Banyak Syarat Menyeberang Ke Pulau Seribu

Selama PPKM Darurat layanan transportasi kapal Dishub hanya melayani warga pulau, TNI/Polri maupun petugas kesehatan. Tidak melayani untuk wisatawan

Oleh: Faisal Rachman

ImageSejumlah penumpang dari Kepulauan Seribu, turun di dermaga Kali Adem, Jakarta. Dok. Antara Foto

JAKARTA – Kendati Anda warga Jakarta sekalipun, kini, tak mudah untuk bisa menyeberang ke Kepulauan Seribu. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memberlakukan sejumlah syarat wajib untuk layanan transportasi kapal kepada penumpang dari dan menuju Kepulauan Seribu.
 
Kepala Satuan Pelaksanaan Pelayaran UP Angkutan Perairan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sulistiyono Widodo di Jakarta, Senin (12/7) mengatakan, selain KTP, penumpang juga harus mempunyai kartu vaksin covid-19. 

Kemudian, juga memiliki surat tanda registrasi pekerja (STRP) atau surat keterangan dari pimpinan instansi dan surat keterangan negatif covid-19.
 
"Bagi penumpang yang tidak memenuhi persyaratan maka tidak dapat menggunakan jasa pelayanan kapal Dinas Perhubungan," ujar Sulistiyono.
 
Ia mengatakan, aturan tersebut berlaku selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, untuk mencegah penyebaran wabah covid-19 di wilayah Kepulauan Seribu.
 
"Selama PPKM Darurat layanan transportasi kapal dishub hanya melayani warga pulau, TNI/Polri maupun petugas kesehatan. Tidak melayani untuk wisatawan," tuturnya.
 
Asal tahu saja, kawasan wisata yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu ditutup sementara selama PPKM Darurat. Penutupan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu selama 3–20 Juli 2021 sebagai upaya antisipasi covid-19.
 
"Selama PPKM Darurat kawasan wisata di Kepulauan Seribu ditutup sementara," kata Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kepulauan Seribu Puji Hastuti, Rabu (7/7).
 
Kebijakan itu berkaitan dengan Keputusan Gubernur nomor 875 tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM Darurat Covid-19. Selain itu, SK Kadis Parekraf nomor 440 tahun 2021 tentang Pemberlakuan PPKM di sektor pariwisata juga menjadi acuan penutupan sementara ini.
 
Puji mengatakan, selama dua pekan lebih, destinasi wisata di Kepulauan Seribu yang ditutup di antaranya pantai, spot snorkeling, hingga diving. Selama penutupan sementara ini, Puji juga berharap para pengelola kawasan wisata bisa mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.
 
"Diharapkan selama penutupan ini bisa digunakan pengelola untuk penguatan protokol kesehatan," ucap Puji.
 
Ia menambahkan, masyarakat juga diharapkan mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap beraktivitas di rumah. 

Pembatasan Tiket
Bupati Kepulauan Seribu Junaedi sebelumnya menuturkan, tidak hanya menutup tempat wisata, tapi ada pembatasan pelayanan tiket untuk akses masuk dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu. Kebijakan ini diberlakukan di Dermaga Kaliadem maupun Dermaga Marina, Ancol.
 
"Sebenarnya kapasitasnya, enggak ditutup semua. Hanya melayani kapal carteran, tapi enggak melayani ticketing," ujar Junaedi.
 
Pemerintah Kepulauan Seribu juga membolehkan kegiatan kapal penyeberangan khusus penduduk yang bermukim atau bertugas di Kepulauan Seribu. 

"Kalau untuk angkutan masyarakat, ada beberapa kapal (yang diizinkan menyeberang)," tutur Junaedi.
 
Selain itu, Pemerintah Kepulauan Seribu menerapkan pembatasan pegawai pemerintahan yang bekerja di pulau hanya 25%. Sementara, sisanya tetap bekerja dari rumah.
 
Itu berlaku selama kantor penghubung Gedung Mitra Praja di Sunter, Jakarta Utara ditutup pada Jumat (9/7) hingga Senin (12/7) karena adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) positif covid-19 yang meninggal dunia. 

"Yang efisien sekarang hanya 25%. Kami berkantor di Pulau Pramuka sampai 13 Juli 2021," ujar Junaedi.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER