Selamat

Jumat, 24 September 2021

13 September 2021|16:40 WIB

'Kesuksesan Shang-Chi' Dan Representasi Budaya Asia Di Hollywood

Hal ini tak lepas dari fakta bahwa ini merupakan film pertama MCU yang mengangkat pahlawan super Asia sebagai karakter utama

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Rendi Widodo

ImageShang-Chi menjadi jawaban Marvel untuk keberagaman super hero yang menjadi karakter utama. Marvel/Dok. Imdb

JAKARTA – “Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings” terus menguasai box office Amerika utara di pekan kedua penayangannya. Film Marvel Cinematic Universe (MCU) ini sukses meraih pendapatan sebesar US$35,8 juta.

Dilansir dari Variety, Minggu (12/9), penjualan tiket “Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings” di pekan kedua turun 53% dari pekan pertama yang kala itu sukses meraup US$ 71,4  juta. Namun, penurunan penjualan memang terjadi pada banyak film di Amerika di masa pandemi ini, termasuk pada film Marvel lainnya, seperti "Black Widow" yang mengalami penurunan hampir 70%.

“Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings” masih bertahan di posisi pertama box office Amerika Utara sejak perilisannya 3 September lalu. Posisi itu disusul film “Free Guy” dengan pendapatan sebesar US$5,8 juta, lalu di posisi ketiga yaitu “Malignant” yang meraup US$5,5 juta.

Antusiasme terhadap “Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings” tak lepas dari fakta bahwa ini merupakan film pertama MCU yang mengangkat pahlawan super Asia sebagai karakter utama. Selama ini, belum ada film-film MCU yang mengangkat pahlawan super dari Asia. Bahkan di bisnis Hollywood secara keseluruhan, representasi Asia itu pun masih terbilang minim.

“Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings” menampilkan seorang tokoh utama yang diperankan oleh aktor keturunan Tionghoa, Simu Liu. Film yang disutradarai Destin Daniel Cretton ini juga menampilkan sejumlah pemain non kulit putih lainnya yaitu Tony Leung, Awkwafina, serta Michelle Yeoh.

Keterlibatan para pemeran berdarah Asia, serta kisah yang bertumpu pada cerita Sang Chi sebagai master kungfu, membuat film ini disebut-sebut sukses merepresentasikan Asia dalam skena film AS. Posisi film ini mirip dengan “Black Panther” yang rilis dua tahun lalu yang mengangkat cerita superhero Afrika.

Kehadiran dua film tersebut memberi warna baru dalam perkembangan wajah perfilman AS yang selama ini dianggap kulit putih sentris. Dalam pemaknaan lainnya, film ini dinilai bentuk pengakuan terhadap masyarakat Asia di industri film Hollywood.

Merujuk situs rottentomatoes.com, film “Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings” telah mendapat banyak pujian dari para kritikus. Situs tersebut merangkum banyak ulasan yang membahas kualitas film secara keseluruhan tanpa lupa mengapresiasi langkah MCU dalam konteks isu representasional tersebut.

“Seperti ‘Black Panther’, ‘Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings’ adalah pionir representasional—dalam hal ini, ini adalah entri Marvel Cinematic Universe pertama yang menampilkan pemeran utama Asia,” kata pengulas dari Daily Beast, Nick Schager.

Di luar persoalan representasi, film “Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings” juga dinilai berhasil menghadirkan suguhan yang apik dengan aspek sinematografi yang mengagumkan, seperti pada film-film superhero lainnya yang diproduksi MCU.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER