Selamat

Rabu, 20 Oktober 2021

12 Oktober 2021|20:08 WIB

Kampus Diharap Dekati Industri Produksi Kendaraan Listrik

IMI akan carikan sponsor untuk produksi motir buatan UBL, BL-SEV01

Oleh: Rikando Somba

ImageMotor listrik BL-SEV01 di Mandalika Nusa Tenggara Barat (ANTARA/Ho)

JAKARTA – Hadirnya pabrik baterai untuk kendaraan listrik, dinilai pas untuk mendukung inovasi-inovasi kampus untuk menghadirkan kendaraan ramah lingkungan. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Agus Setyo Budi berharap universitas menjalin kemitraan dengan produsen kendaraan untuk menciptakan mobil dan motor listrik di Tanah Air.

Agus berharap inovasi Universitas Budi Luhur (UBL) yang menciptakan motor listrik BL-SEV01 segera ditindaklanjuti dengan mendaftarkan hak paten, serta berkolaborasi dengan sektor industri agar bisa dipertimbangkan apakah bisa diproduksi secara massal atau masih memerlukan pengembangan lebih lanjut.

"Saya bangga dengan hadirnya motor listrik hasil karya anak Universitas Budi Luhur (UBL) karena ini karya nyata yang terimplementasi dengan baik. Saya minta agar Rektor UBL segera mematenkan motor listrik buatannya," kata Agus, Selasa (12/10).

Motor listrik BL-SEV01 besutan mahasiswa Universitas Budi Luhur, sebelumnya diuji coba. Kendaraan ini berhasil menempuh uji coba pada rute Jakarta-Mandalika dengan jarak jelajah hingga 1.340 km selama 17 hari.

Motor listrik itu hadir dengan spesifikasi motor listrik BLDC 96 Volt yang menghasilkan tenaga maksimal hingga 16 kW, dan didukung baterai 48Ah dan controller 96 Volt 200 Ampere.

"Tadinya, saya pikir ada kerja sama dengan industri, ternyata belum. Belum bekerja sama dengan industri saja sudah sampai Mandalika, itu saya bangga sekali," kata Agus.

Agus mengatakan, hadirnya pabrik baterai di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, bisa mendorong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Sebab, menurut dia, hadirnya baterai buatan dalam negeri akan membuat harga kendaraan listrik lebih terjangkau pada masa depan.

Carikan Sponsor
Selain itu, hadirnya industri baterai di Karawang bisa meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi serta mengembangkan industri turunan yang menggunakan baterai, misalnya motor listrik.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sekaligus Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo mengapresiasi dan mendukung langkah institusi pendidikan yang berkontribusi dalam pengembangan kendaraan listrik.

Dikutip dari Antara, dia menyatakan bahwa IMI akan mencarikan pihak sponsor dan mengawal proses uji tipe kendaraan di Kementerian Perhubungan.

"IMI bersedia menjadi sponsor untuk mendukung motor listrik ini dalam uji tipe sehingga nantinya kendaraan ini layak untuk jalan di jalan umum," kata Bambang Soesatyo saat menyambut kedatangan tim touring motor listrik Universitas Budi Luhur BL-SEV01 di Jakarta, Selasa.

Bambang menambahkan, uji tipe kendaraan listrik sangat dibutuhkan untuk membuktikan kepada pemerintah dan masyarakat bahwa kendaraan itu layak digunakan dari segi keselamatan, keamanan hingga kenyamanan, dan sesuai dengan regulasi kendaraan di Indonesia.

"Saya yakin dan percaya dengan kawan-kawan di tim BL-SEV01 pasti mereka mampu melewatinya itu dan seterusnya IMI akan mengawal hingga motor ini bisa diproduksi secara massal," kata dia. 

Dia menandaskan, keberhasilan uji coba itu membuktikan bahwa institusi akademis mampu memberikan inovasi kendaraan listrik untuk mobilitas masa depan. "Apa yang dilakukan ini adalah suatu perjuangan dalam rangka mengurangi beban negara plus beban bumi atas polusi yang dihasilkan knalpot yang selama ini ada," ungkap Bamsoet.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA