Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

KULTURA

01 Desember 2022

13:16 WIB

Jangan Minum Teh Saat Makan Besar

Mengonsumsi minuman berkafein, termasuk teh saat makan dapat mengganggu penyerapan zat besi.

Editor: Satrio Wicaksono

Jangan Minum Teh Saat Makan Besar
Ilustrasi teh. Freepik

JAKARTA - Setiap orang tidak disarankan untuk minum kafein, termasuk teh bersamaan dengan makan besar. Pasalnya dapat mengganggu proses penyerapan zat besi dari makanan.

"Oleh karena itu, pada pasien defisiensi besi kami sarankan tidak makan sambil minum teh atau kopi atau susu," ujar Ketua Umum Perhimpunan Hematologi & Transfusi Darah Indonesia, dr. TB. Djumhana Atmakusuma, dikutip dari Antara, Kamis (1/12).

Oleh karena itu, Djumhana merekomendasikan agar orang-orang menunggu sekitar dua jam setelah makan untuk bisa meneguk minuman mengandung kafein. Dengan demikian penyerapan zat besi dari makanan tak terganggu.

Menurut dia, cara ini juga sekaligus mencegah terkena anemia kekurangan zat besi yang ditandai seperti rambut rontok, kelelahan, kekurangan energi, sesak napas, detak jantung yang tidak teratur, dan kulit pucat.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi anemia meningkat dari 21,7 persen (2013) menjadi 23,7 persen (2018) dari total populasi di Indonesia.

Data juga menunjukkan, pada 2018, sebanyak tiga dari 10 remaja Indonesia menderita penyakit anemia dan 62,6 persen kasus anemia yang terjadi disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Selain memperhatikan waktu konsumsi kafein, upaya lain yang bisa orang lakukan demi mencegah anemia yakni dengan mengonsumsi makanan mengandung zat besi dari dari sumber hewani misalnya hati sapi maupun non-hewani seperti sayuran hijau seperti bayam, sawi dan brokoli.

Selain itu, Djumhana juga menyarankan para remaja putri yang kekurangan zat besi bisa mendapatkan tablet tambah darah (TTD) atau suplemen zat besi lainnya.

"Preparat besi oral atau suntikan. Yang suntikan diberikan pada pasien yang secara oral tidak bisa konsumsi misalnya karena hamil, mual, muntah. Jangan diberikan pada pasien thalassemia, inflamasi kronik, HIV, lupus sehingga saya sarankan tanya dokter terlebih dulu," kata dia.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER