Selamat

Senin, 26 Juli 2021

PARIWISATA

13 Juli 2021|21:00 WIB

Indonesia Bersiap Jadi Destinasi Wisata Halal Dunia

Pemerintah terus mempersiapkan berbagai kelengkapan, mulai dari regulasi, SDM hingga fasilitas pendukung

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageMasjid Pintu Seribu, Kota Tangerang, Banten yang dibangun pada 1978 menjadi salah satu destinasi wisata religi. Antara foto/dok

JAKARTA – Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, sudah selayaknya Indonesia terus mengembangkan wisata halal. Tentunya, pengembangan wisata halal menjadi segmen pasar yang menyasar target wisatawan muslim, bukan hanya domestik tapi juga dunia.

Dalam “Launching of Spiritual International Halal Science Conference 2021: Enhancing and Strengthening Halal Industry through Science", Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan tentang potensi pengembangan wisata halal di Indonesia.

"Selain memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia juga memiliki destinasi wisata yang beraneka ragam untuk pengembangan potensi wisata halal," kata Sandiaga, dilansir Antara, Selasa (13/7).

Dalam pengembangannya, beberapa hal yang perlu dimiliki destinasi wisata adalah menyediakan makanan halal, fasilitas pendukung seperti tempat berwudhu dan musala, serta memiliki pelayanan yang ramah muslim.

Sejatinya, potensi ini semakin diperkuat dengan masuknya Indonesia ke dalam lima negara dengan pengeluaran wisata halal tahun 2019, berdasarkan data dari State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, yaitu sebesar US$ 11,2 miliar.

“Maka dari itulah, kami saat ini berusaha mempersiapkan Indonesia menjadi destinasi wisata halal terkemuka di dunia, khususnya Asia Tenggara,” katanya.

Sandiaga menyampaikan, saat ini pihaknya terus mempersiapkan berbagai kelengkapan yang diperlukan untuk mengembangkan potensi wisata halal di Indonesia. Mulai dari sisi regulasi, sumber daya manusia, atraksi, hingga fasilitas pendukung.

Meski demikian, dengan terjadinya pandemi COVID-19 pihaknya berinovasi dan beradaptasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi dan digital untuk mengembangkan potensi wisata halal di Indonesia.

"Salah satu inovasi yang kita laksanakan di masa pandemi covid-19 ini adalah dengan pelaksanaan tur virtual destinasi-destinasi wisata di Indonesia. Kita juga menganalisis big data untuk memetakan pasar-pasar potensial untuk mengembangkan wisata halal,” papar Sandiaga.

Selain itu, pihaknya juga sudah menetapkan protokol Kesehatan CHSE (cleanliness, health, safety, and environmental sustainability), yang telah dibukukan sebagai panduan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menghadapi pandemi covid-19 dan mengembangkan potensi wisata halal.

"Protokol kesehatan ini juga bertujuan untuk menciptakan destinasi dan fasilitas yang bersih, sehat, aman, dan memiliki keberlanjutan lingkungan. Sehingga, ketika pandemi covid-19 teratasi, Indonesia dapat menjadi destinasi wisata halal terkemuka di Asia Tenggara,” ujar Sandiaga.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER