Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

SENI & BUDAYA

10 Juni 2021|19:38 WIB

Filosofi Di Balik Kebaya Wisuda Maudy Ayunda

Warna merah kabaya Kutubaru mengartikan semangat yang menggelora

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageMaudy Ayunda mengenakan kebaya saat acara wisuda. Sumber foto: Instagram @maudyayunda

JAKARTA - Artis Maudy Ayunda resmi lulus studi S2 dengan gelar ganda di bidang pendidikan dan bisnis dari Stanford University, pada Selasa (9/6). Selain gelar yang dicapai, momen wisuda ini turut mengundang perhatian publik karena busana yang dikenakannya.

Maudy memilih menggunakan busana kebaya khas Indonesia, lengkap dengan kain batik. Tak lupa, dirinya juga menyanggul rambutnya dengan hiasan berwarna emas kuno, hingga terlihat menawan dengan pesona wanita asli Jawa.

"Ayunda Faza Maudya BA, MA, MBA. Shoutout to mas @didietmaulana for the beautiful kain dan kebaya. One more ceremony this weekend – let’s go!," tulis Maudy dalam Instagram pribadinya yang dikutip, Kamis (10/6).

Ternyata, ada nilai filosofi di balik rancangan kebaya tersebut. Didiet Maulana sang desainer mengungkapkan, kebaya Kutubaru berwarna merah dipilih agar cocok dengan warna selempang wisuda Stanford University.

"Namun dibalik itu, merah mengingatkan kita semua tentang warna yang menggelorakan penuh semangat. Seperti kamu yang hari ini telah lulus," tulisnya dalam Instagram pribadinya.

Bukan hanya kebaya, tetapi kain batik tulis halus dengan motif Babon Angrem yang digunakan, juga memiliki arti doa dan harapan penuh sayang. Selain itu, Didiet juga merancang pakaian keluarga Maudy Ayunda lengkap dengan makna filosofi di dalamnya.

"Beberapa bulan lalu Mamamu menghubungiku untuk mempersiapkan konsep busana sekeluarga dalam kelulusanmu. Pilihan jatuh kepada warna lembut untuk Ibumu dan Adikmu, sedangkan Ayahmu memakai batik dengan motif Pisan Bali,” ungkapnya.

Motif batik Pisan Bali, bila diartikan dari Bahasa Jawa, yakni Pisan berarti satu dan Bali artinya kembali. Menurut Didiet, Pisan Bali bisa diartikan sebagai satu (doa) yang dibaca berulang kali. Sementara kain batik tulis dengan motif Sawunggaling milik Ibunda Maudy, memiliki makna sebagai kekuatan dan ketegaran yang indah.

"Semoga manfaat kelulusanmu bisa dirasakan oleh banyak orang. Kami bangga sekali Mod. Dan terima kasih untuk kepercayaanmu dan keluarga. Terima kasih atas dukungannya hari ini banyak pembatik yang berbahagia juga melihatnya," pungkasnya. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA