Selamat

Selasa, 5 Juli 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

24 Juli 2021

08:41 WIB

E-commerce Diharap Kurangi Plastik Sekali Pakai

Selama pandemi, sampah plastik sekali pakai dari sektor belanja online meningkat sangat tajam

Penulis: Arief Tirtana,

Editor: Satrio Wicaksono

E-commerce Diharap Kurangi Plastik Sekali Pakai
Pembatasan Penggunaan kantong plastik sekali pakai. Antara foto/dok

JAKARTA - Aktivitas jual beli secara elektronik atau e-commerce menjadi salah satu sektor yang mengalami dampak positif di masa pandemi ini. Namun berbarengan dengan itu, muncul juga beberapa masalah. Salah satunya, semakin banyaknya penggunaan plastik sekali pakai.

Berdasarkan laporan studi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun lalu, sampah plastik dari belanja online meningkat sebesar 96% selama masa pandemi covid-19 atau tepatnya ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan. Hal itu terjadi bersamaan dengan adanya peningkatan transaksi sebesar 62% pada sektor marketplace dan 47% pada sektor jasa antar makanan. 

Menindaklanjuti masalah tersebut, sebanyak lebih dari 100 kolaborator yang tergabung dalam Pawai Bebas Plastik 2021, mendorong pelaku usaha perdagangan elektronik dan wadah belanja daring (marketplace) untuk lebih memperhatikan penggunaan plastik sekali pakai dalam setiap transaksinya.

Dorongan tersebut, diwujudkan 100 kolaborator yang berasal dari berbagai komunitas dan organisasi lingkungan tersebut dengan mengirimkan surat terbuka kepada delapan pemimpin perusahaan e-commerce. Mulai dari CEO Tokopedia, Shopee Indonesia, Bukalapak, Lazada Indonesia, Blibli.com, Zalora Indonesia, Gojek, hingga Grab Indonesia.

Poin utama dari surat terbuka tersebut agar perusahaan terkait mengambil berbagai tindakan, minimal sesuai dengan dua tindakan yang mereka sarankan. Yakni memberikan opsi kepada konsumen untuk memilih sendiri, apakah ingin menggunakan kemasan minim plastik sekali pakai. Ataupun memilih menggunakan ekspedisi ramah lingkungan. Sehingga mereka diberi kesempatan untuk bisa meminimalisasi dampak lingkungan dari belanja online, atas keputusannya sendiri.

Berikutnya, yaitu agar perusahaan juga memberikan pelatihan kepada mitra merchant, mitra driver, dan mitra kurir agar bisa mengemas barang dengan cara yang minim plastik sekali pakai.

"Ada e-commerce yang pada laman check-outnya memberi opsi tanpa plastik ataupun pengembalian kemasan. Bayangkan kalau semua brands e-commerce besar di Indonesia memberikan opsi-opsi seperti ini kepada konsumen, pasti dampak baiknya akan terasa," ujar Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, dalam rilis yang diterima Validnews.

Menurut data KLHK, hingga Juni 2021, baru hanya 23 produsen yang telah menyerahkan rencana peta jalan pengurangan sampahnya ke Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK). Padahal Permen LHK No. P.75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, Pemerintah telah menargetkan pada tahun 2029 mendatang, jumlah sampah oleh produsen wajib dikurangi hingga menyentuh angka 30%.

 Sementara dari sisi konsumen sendiri, berdasarkan studi yang dilakukan Greenpeace Indonesia dalam tajuk ‘Bumi Tanpa Plastik’, sekitar 75% responden (dari total 623 responden) setuju untuk mengurangi atau bahkan menghentikan penggunaan plastik sekali pakai untuk kemasan.

Jumlah tersebut jauh mengungguli, hanya sekitar 20% yang menganggap kemasan plastik sekali pakai tidak berbahaya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden menaruh ekspektasi pada produsen yang memiliki sumber daya untuk memberikan alternatif pengemasan kepada konsumen atau masyarakat. 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

DKI Larang Pedagang Jual Hewan Kurban Di Trotoar

Huawei Rilis Varian Nova 10 Series

Menteri Basuki Ingatkan Aspek Konstruksi Proyek Tol Semarang-Demak

Presiden Ingatkan Rakyat Awasi Kinerja Polri

BKKBN Fokus Tekan Angka Stunting Indonesia Dengan Kolaborasi

MA Rekrut Hakim Ad Hoc Tipikor

Emas Antam Mentok Di Level Rp989.000/gram

Jam Malam Anak Efektif Di Yogyakarta