Dua Tokoh Penerima Satyalancana Kebudayaan 2021 | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

25 November 2021|19:14 WIB

Dua Tokoh Penerima Satyalancana Kebudayaan 2021

Dedi Mulyadi dan Raden Sanny Wijaya Nata Kusumah dinilai telah mendorong terciptanya pemajuan budaya dan mempertahankan nilai-nilai luhur yang berkesinambungan.

Penulis: Andesta Herli Wijaya,

Editor: Satrio Wicaksono

Dua Tokoh Penerima Satyalancana Kebudayaan 2021Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi dan seniman Raden Sanny Wijaya Nata Kusumah menerima Penghargaan Satyalencana. Sumber foto: Kemdikbudristek.

JAKARTA – Pemerintah secara resmi memberikan penghargaan kepada dua tokoh yang berkiprah bidang kebudayaan. Penghargaan Satyalancana dari Kemdikbudristek diberikan kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi dan seniman Raden Sanny Wijaya Nata Kusumah.

Dua tokoh tersebut dianggap sebagai teladan bagi masyarakat, khususnya generasi muda agar senantiasa berupaya melakukan upaya-upaya pelestarian kebudayaan. 

Kemdikbudristek memandang, kedua sosok tersebut telah mendorong terciptanya pemajuan budaya dan tertanamnya nilai-nilai luhur budaya yang terus berkesinambungan.

Dedi Mulyadi dinilai berhasil menata pembangunan berbasis kearifan lokal di daerah asalnya, Purwakarta, melalui berbagai program yang digalakkan di wilayah tersebut. 

Berbagai gerakan kebudayaan yang ia lakukan Dedi, antara lain pembangunan Taman Air Mancur Sri Baduga Maharaja, Bale Panyawangan Diorama Sunda, Indung Rahayu, wayang nusantara, Taju Gede Cilodong, dan membangun Sekolah Kahuripan Pajajaran.

Sementara itu, Raden Sanny Wijaya Nata Kusumah adalah tokoh yang berjasa dalam mengembangkan perguruan pencak silat, yaitu Padepokan Perguruan Pencak Silat Padjadjaran. 

Tidak hanya mengembangkannya di tanah air, ia berperan besar dalam meluaskan persebaran seni bela diri tradisional tersebut hingga ke mancanegara.

Penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi Kemdikbudristek melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan, untuk mendukung para penggerak kebudayaan. Apresiasi itu diharapkan memacu masyarakat agar semakin bergiat bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan upaya-upaya pemajuan Kebudayaan.

Semangat di balik Penghargaan Satyalancana yaitu pelestarian. Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang terdiri dari berbagai suku, adat istiadat, bahasa dan kearifan lokal yang lahir dari cipta rasa dan karya nenek moyang, sejak ratusan tahun yang lalu sejatinya memiliki suatu sistem pelestarian agar tidak punah ditelan zaman. 

Sistem tersebut kini juga perlu ditopang oleh keberadaan para pelaku budaya yang memiliki perhatian dalam menjaga warisan budaya leluhur.

Penghargaan Satyalancana diberikan bertepatan pada perayaan Hari Guru Nasional, Kamis (25/11). Penyerahan penghargaan itu dilakukan oleh Mendikbudristek, Nadiem Makarim, di Gedung A Kompleks Kemdikbudristek.

Dua tokoh penerima Penghargaan Satyalencana selanjutnya juga diundang oleh Direktorat Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kemdikbudristek untuk menerima Plakat, Pin Emas serta Dana Apresiasi.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER