Selamat

Senin, 26 Juli 2021

SENI & BUDAYA

19 Juli 2021|11:51 WIB

Domba Garut Sumber Genetik Ternak Terbaik

Ada relief pahatan dua domba garut Candi Sewu komplek Candi Prambanan

Oleh: Satrio Wicaksono

ImagePeternak memeriksa domba Garut di Balai Pengembangan Pembibitan Ternak Domba dan Kambing (BPPTDK) Margawati, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Antara foto/dok

JAKARTA – Domba garut merupakan sumber genetik ternak asli Indonesia. Tidak hanya memiliki bentuk yang khas, domba ini memiliki beragam keunggulan dibandingkan spesies domba lain di Indonesia, bahkan dunia. Maka tidak heran jika domba garut dikategorikan sebagai sumber genetik ternak terbaik.

Dosen Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran yang juga peneliti domba garut Dr. Ir. Denie Heriyadi, SU menyebut, salah satu ciri khas domba garut terdapat genetik link pada kuping dan ekor.

"Salah satu yang perlu dipahami dari domba garut adalah genetik link pada ekor dan kuping," ujarnya beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari laman unpad.ac.id.

Dalam buku "Pernak-pernik dan Senarai Domba Garut" yang ditulisnya, dipaparkan bahwa bentuk kuping dan ekor domba garut memiliki kombinasi, yaitu kombinasi kuping rumpung atau ngadaun hiris dengan ekor ngabuntut beurit atau ngabuntut bagong.

"Kebaruan ini digali dari khazanah yang ada di masyarakat," jelasnya.

Sebagai sumber genetik terbaik, hal ini terlihat dari tingkat prolifikasi atau kesuburannya. Tingkat prolifikasi domba garut paling tinggi di antara spesies lain. 

Bahkan, hampir tidak ada spesies yang mampu menyaingi tingkat prolifikasi domba garut di Indonesia, kecuali spesies domba barbados blackbelly.

Tingkat kepualaman daging domba asli Garut ini juga berbeda. Hal ini disebabkan jenis pakan yang unik dan tingkat keaktifan yang berbeda. Sebagai pemakan segala macam hijauan, membuat kualitas daging dan kulit dari domba garut menjadi khas.

Di sisi lain, domba garut memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Harganya yang cukup bersaing mampu memutar roda ekonomi lebih baik. 

Denie menjelaskan, bisnis domba garut memiliki pangsa pasar tersendiri. Hal ini dinilai mampu menghidupi masyarakat, bahkan pada masa pandemi sekalipun.

Budaya dan Bahasa
Denie membeberkan, bukti autentik yang menggambarkan bahwa domba garut benar-benar spesies asli Indonesia. Bukti tersebut terlihat dari adanya pahatan dua domba garut yang ditemukan di relief Candi Sewu komplek Candi Prambanan, Yogyakarta.

Candi yang diperkirakan dibangun pada pertengahan abad ke-7 Masehi ini menggambarkan sepasang domba saling berhadapan di tengah pohon kalpataru.

Dalam analisis Denie, pada zaman tersebut terjadi pertukaran benda ataupun komoditas terbaik antar dua kerajaan, yaitu kerajaan Mataram dan kerajaan di wilayah Sunda. Relief domba garut tersebut mengidentifikasikan bahwa spesies ini merupakan salah satu “benda” terbaik yang dimiliki kerajaan Sunda.

Relief tersebut dominan menggambarkan domba yang identik dengan domba garut. Hal ini terlihat dari bentuk garis muka ngabenguk, kuping yang rumpung, tanduk ngabendo, hingga potongan rambut nyinga yang secara persis menggambarkan bentuk domba garut.

"Sehingga kalau kita pahami persis, sebetulnya domba garut itu adalah domba asli dari Garut," kata Denie.

Tidak hanya budaya, Denie juga mengungkapkan bahwa domba garut berkontribusi memperkaya khazanah bahasa Indonesia. Beragam istilah domba garut dalam bahasa Sunda telah menjadi pengaya bagi khazanah kosakata baru bahasa Indonesia maupun sudah digunakan menjadi istilah internasional.

"Beberapa istilah seperti rumpung, ngadaun hiris, ngabuntut bagong, dan ngabuntut beurit itu sudah menjadi bahasa Indonesia dan sudah jadi bahasa internasional," kata Denie.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA