Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

13 Oktober 2021|08:51 WIB

Dengan Fitur Soft Block, Pengguna Twitter Bisa Blokir Diam-Diam

Dengan fitur ini, kamu bisa "menyembunyikan" cuitan dari pengikut, tanpa harus memblokir secara manual

Penulis: Arief Tirtana,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi twitter. Pixabay/dok

JAKARTA - Setelah melakukan serangkaian uji coba di bulan September kemarin, akhirnya Twitter memastikan kalau fitur terbarunya, "Soft Block", sudah bisa digunakan oleh seluruh pengguna media sosial tersebut.

"Opsi untuk menghapus pengikut kini diluncurkan ke semua orang di web," tulis Twitter lewat pengumuman di akun Twitter mereka.

Saat melakukan uji coba, Twitter menjelaskan jika kehadiran fitur tersebut nantinya akan memudahkan pengguna untuk menjadi kurator dari para followers atau pengikutnya. Fitur ini dihadirkan sebagai upaya untuk lebih memberikan kenyaman kepada para pengguna Twitter.

Berbeda dengan fitur block biasa, fitur ini diyakini akan lebih aman dan lebih mudah, dibandingkan jika harus memblokir followers dan membuka blokiran secara manual. Selain itu, dengan menghapus followers terkait pengikut "secara diam-diam", seperti ketersinggungan atau kemarahan dari pihak yang diblokir. Pasalnya, memblokir secara langsung tentu bisa memantik hal-hal yang tidak diingingkan. 

Lewat fitur ini, nantinya penguna bisa dengan mudah membuat cuitan yang tidak akan muncul di timeline followers tertentu. Tanpa perlu memblokir. Sehingga, followers bersangkutan masih bisa melihat keberadaan halaman profil pengguna dan melihat tweet, saat membuka halaman profil secara langsung.

Untuk menghapus followers atau melakukan pemblokiran secara lunak itu, pengguna Twitter cukup buka tab "Pengikut" di profil, kemudian klik menu tiga titik di sebelah pengguna yang dimaksud dan pilih opsi "Hapus pengikut ini".

Selain fitur pemblokiran lunak tersebut, dalam upaya melindungi penggunanya dari akun-akun yang meresahkan, Twitter juga sedang menguji "Mode Keamanan". Yakni fitur yang secara otomatis akan memblokir akun yang menggunakan bahasa yang berpotensi berbahaya. Dengan kata-kata atau kalimat yang bisa disesuaikan dengan keinginan pengguna masing-masing.

Namun demikian, belum ada kepastian kapan fitur tersebut bisa dimanfaatkan oleh pengguna secara luas di seluruh dunia.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA