Catatan Sandiaga Untuk Pengelola Wisata Saat Libur Nataru | Validnews.id

Selamat

Jumat, 26 November 2021

23 November 2021|16:33 WIB

Catatan Sandiaga Untuk Pengelola Wisata Saat Libur Nataru

Pemberlakukan PPKM level 3 di masa libur Nataru bukan berarti melarang, namun lebih kepada pembatasan operasional tempat-tempat wisata.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Satrio Wicaksono

Catatan Sandiaga Untuk Pengelola Wisata Saat Libur NataruWisatawan berkunjung ke Telaga Nirwana di Desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Antara foto/dok.

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, Presiden Joko Widodo meminta seluruh jajarannya baik dalam lingkungan Kementerian, Lembaga, hingga Pemerintah Daerah untuk satu narasi dalam menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, yang akan diambil pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kebijakan ini diambil karena Indonesia tidak ingin lagi kecolongan seperti tahun lalu, di mana dampak dari membludaknya animo masyarakat pada liburan Nataru menciptakan naiknya angka paparan covid-19. Kala itu kasus covid-19 meningkat, karena banyak dari masyarakat yang melakukan perjalanan wisata bersama kerabat dan keluarganya.

“Meskipun ada langkah mitigasi, akan tetapi juga perlu ada langkah tegas dan kami harus implementasikan secara ketat dan disiplin supaya kami memastikan covid-19 ini masih harus dikendalikan,” kata Sandi dalam Weekly Press Briefing, Senin (23/11).

Menurut Sandi, langkah pemerintah kembali menerapkan PPKM level 3 pada Nataru membuat pihak-pihak dari bidang usaha dan wisata menyampaikan kekecewaannya. Sebab, saat ini dunia usaha dan wisata baru saja bangkit setelah masyarakat bisa melakukan perjalanan wisata.

Akan tetapi, menurut Sandi, langkah ini harus diambil agar tidak terjadi dampak buruk di kemudian hari di tengah upaya Indonesia terus mengendalikan penyebaran covid-19. Atas dasar itu ia meminta dukungan seluruh pihak seperti destinasi wisata untuk patuh dan disiplin terhadap penerapan PPKM level 3.

“Tidak terkecuali tempat rekreasi, hotel, restoran, tempat hiburan termasuk bioskop,” ujarnya.

Lebih lanjut kebijakan ini bukan berarti melarang masyarakat untuk beraktifitas. Kebijakan ini hanya membatasi operasional destinasi wisata dan ekonomi kreatif sesuai dengan protokol kesehatan dan integrasinya terhadap aplikasi Peduli Lindungi.

“Bahwa Bali dan seluruh tempat wisata di Nusantara memiliki komitmen untuk terus menjaga prokes dalam penanganan pandemi covid-19,” pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA