Selamat

Rabu, 20 Oktober 2021

13 Oktober 2021|16:34 WIB

Bunga Bangkai Mekar Sempurna Di Kebun Raya Cibodas

Ketinggian bunga tersebut mencapai 298 cm

Penulis: Arief Tirtana,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageBunga Bangkai di Kebon Raya Cibodas. Sumber foto: BRIN.

JAKARTA – Salah satu koleksi Bunga Bangkai atau yang memiliki nama latin Amorphophallus titanium (Becc.) Becc di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, Jawa Barat, kembali mekar penuh pada Rabu (13/10). Bunga Bangkai koleksi 76i tersebut mekar penuh tepat pada dini hari pukul 00.31 WIB, setelah sudah terlihat kemunculannya sejak awal bulan Agustus 2021. 

Dari hasil pengukuran terakhir, Bungka Bangkai tersebut mencapai tinggi perbungaan hingga 289 cm, keliling 145,5 cm, garis tengah kelopak (spatha) pada posisi mekar penuh 128 cm. Pada waktu mekar penuh, bunga terlihat indah dengan tongkol atau spadiks berwarna kuning, dikelilingi oleh seludang bunga atau spatha yang berwarna merah keunguan.

Ketika bunga betina masak yang biasanya terjadi di malam hari, Bunga Bangkai tersebut juga mengeluarkan bau busuk seperti bangkai, dan baunya dapat tercium dalam radius beberapa meter. Sehingga ini mengundang para polinator seperti kumbang dan lalat untuk datang.

Bunga Bangkai atau Amorphophallus titanium (Becc.) Becc sendiri termasuk dalam keluarga Araceae (talas-talasan) dan merupakan tanaman asli Indonesia, endemik dari Sumatra. Tumbuhan ini pertama kali ditemukan oleh Dr. Odoardo Beccari, seorang ahli botani dari Italia pada tahun 1878, di sekitar air terjun Lembah Anai, Sumatra Barat.

Sebagai bunga yang hanya mekar dalam dua atau tiga tahun sekali, termasuk kategori tumbuhan langka berdasarkan klasifikasi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN). Di Indonesia, keberadaannya juga dilindungi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999.

Maka dari itu, sebagai tempat yang memiliki fungsi Konservasi dan Penelitian, Kebun Raya Cibodas memiliki koleksi beberapa Bunga Bangkai, hasil pengoleksian dari Bukit Sungai Talang, Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS), Sumatra Barat, sejak tahun 2000.

Sampai saat ini di Kebun Raya Cibodas telah memiliki 13 spesimen, terdiri atas 1 spesimen yang merupakan induknya hasil pengoleksian berupa umbi, sedangkan 12 spesimen merupakan hasil perbanyakan dari biji, yang ditanam pada tahun 2003.

Dari koleksi tersebut, selain satu bunga yang saat ini dalam fase generatif atau muncul perbungaan, ada juga 4 spesimen lainnya yang dalam fase vegetatif (pertumbuhan), dan 8 spesimen dalam fase dorman (kondisi beristirahat tumbuh).

Kondisi mekar sempurna Bunga Bangkai kali ini dipastikan juga tetap dapat dilihat oleh pengunjung yang ingin datang. Meski hanya bisa dilihat dari luar pagar untuk melindungi status konservasi tumbuhan tersebut. Selain itu, Kebun Raya Cibodas juga memberlakukan Protokol Kesehatan yang ketat agar dapat menjadi tempat yang aman dikunjungi oleh pengunjung untuk menikmati fenomena langka ini.
 
"Ini (mekarnya Bunga Bangkai) tentu menjadi momentum yang baik untuk Kebun Raya (dalam) menyosialisasikan program-program penelitian dan konservasi tumbuhan ke masyarakat. Bahwa fungsi Kebun Raya bukan hanya wisata, namun banyak hal hal yang bisa dipelajari tentang konservasi serta alam di sekitar kita” terang Marga Anggrianto, General Manager PT Mitra Natura Raya di Kebun Raya Cibodas.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA