Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

PARIWISATA

10 Juni 2021|10:10 WIB

Berwisata Di Lahan Bekas Ladang Pakan Ternak

Desa Wisata Lembah Asri dikelola seluruhnya oleh warga desa, tidak boleh dikelola orang luar desa.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Yanurisa Ananta

ImagePemandangan di Desa Wisata Lembah Asri, Purbalingga, Jawa Tengah. Instagram Desa Wisata Lembah Asri/dok

JAKARTA – Warga Desa Lembah Asri Serang, Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, tidak pernah menyangka ikhtiar mereka membangun desa wisata akan mendulang cuan. Ladang kosong penuh ilalang yang biasanya menjadi pakan ternak warga pun disulap menjadi tempat wisata. Satu-satu beragam fasilitas dibangun untuk menarik banyak pengunjung.

Ya, itulah kisah awal terbentuknya Desa Wisata Lembah Asri. Sebelumnya pada tahun 2010, warga sempat membangun arena outbond, seperti flying fox di atas lahan miliki Perhutani. Di luar dugaan, masyarakat berbondong-bondong datang.

Seiring dengan ramainya pengunjung, Perhutani sebagai pemilik lahan meminta pengelola wisata berbagi hasil. Namun, warga desa keberatan. Mereka lebih memilih membangun tempat wisata di tanah milik masyarakat desa.

Mulai saat itu, ladang yang penuh dengan ilalang buat pakan ternak dijadikan tempat wisata. Warga mulai membuat danau buatan untuk wahana sepeda air, membuka perkebunan stroberi.

Pengunjung bisa langsung menikmati stroberi dari perkebunan milik warga. Makan stroberi di dataran tinggi, ditemani lanskap Gunung Slamet sudah pasti bakal jadi pengalaman yang berkesan untuk Anda. Selain itu, masih ada wahana taman kelinci, taman bunga, berkuda, dan lain-lain.
 
Marketing Desa Wisata Lembah Asri, Arifin, mengatakan, sampai saat ini Desa Wisata Lembah Asri dikelola seluruhnya oleh warga desa, tidak boleh dikelola orang luar desa. Hal ini sudah menjadi kesepakatan warga sesuai cita-cita awal pembangunan lokasi wisata: menyejahterakan warga desa.

"SDM-nya dari lulusan SD juga diterima di sini. Kita melihat potensi dan keahliannya. Nantinya diposisikan yang pas. Jadi kita buka lowongan juga ada seleksinya. Kesulitan mempekerjakan enggak ada, asal dia niat karena semuanya akan belajar dari nol. Jadi otodidak," cerita Arifin kepada Validnews, Rabu (9/6).

Atraksi
Desa Wisata Lembah Asri terletak di atas 1.600 Mdpl, tepatnya di kaki Gunung Slamet. Lokasi ini cocok untuk Anda yang ingin dekat dengan alam. Sebab, Anda bisa leluasa berjalan kaki dan berkeliling melihat pemandangan Gunung Slamet, hamparan kebun buah stroberi dan sayur mayur, sungai, serta hutan yang ada di Desa Serang.
 
Jika Anda ingin mencoba wahana yang memacu adrenalin, Anda bisa mencoba rappelling untuk menyusuri tebing setinggi 30 meter. Tidak perlu khawatir, Anda akan didampingi ahlinya agar keamanan terjamin.

Tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk masuk desa wisata ini. Biaya masuk di pintu utama hanya Rp5 ribu. Biaya mulai bervariasi dari Rp10 ribu sampai Rp50 ribu jika Anda memilih wahana di dalam area desa. 

Di sini, Anda juga bisa menginap di beberapa cottage unik, salah satunya cottage berbentuk bulat seperti tong dari kayu. Untuk menginap semalam dikenakan biaya sebesar Rp850 ribu dengan kapasitas maksimal empat orang. Pengunjung juga bisa menginap di vila atau rumah-rumah warga.

Ada pula pusat jajanan oleh-oleh, seperti gethuk stroberi, pudding stroberi, kripik daun stroberi, sirup stroberi, atau winberry (sejenis minuman yang dari stroberi yang telah difermentasikan). Selain jajan beragam olahan stroberi, pengunjung bisa membeli oleh-oleh hasil pertanian warga setempat, seperti kol, cabai, daun bawang, dan tomat.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA