Selamat

Senin, 26 Juli 2021

PARIWISATA

10 Juli 2021|11:15 WIB

Benteng Martello, Bukti Pertahanan Belanda Di Pesisir Jakarta

Benteng Martello mulai rusak berat setelah terjadi gempa dan tsunami akibat meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883.

Penulis: Dwi Herlambang,

Editor: Yanurisa Ananta

ImageBenteng Martello di Pulau Bidadari. Sumberfoto: Jakarta-tourism.go.id/dok

JAKARTA - Berada di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Benteng Martello menjadi salah satu bangunan peninggalan bersejarah dari zaman penjajahan Belanda. Disana terlihat jelas bagaimana sisa reruntuhan dan beberapa meriam yang dahulu digunakan Belanda dalam membuat pertahanan militer dari serangan musuh.

Menyitat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Benteng Martello memiliki arti Benteng Bundar. Pembangunan Benteng  Martello sendiri dilakukan pada tahun 1850 dan difungsikan sebagai menara pengawas dan benteng pertahanan.

Seperti namanya, struktur bangunan benteng dibuat bundar dengan diameter 23 meter dan tebal dinding hingga 2,50 meter. Hingga hari ini, bentuk bangunan bundar tersebut masih terlihat nyata. Laiknya bangunan peninggalan Belanda, secara desain bentuk batu bata merah diekspos di seluruh konstruksi bangunan.

Pada bagian dinding terdapat deretan jendela–jendela besar dan kecil. Sementara di bagian dalam bangunan terdapat tujuh ruangan lantai dasar yang dipisahkan dengan sekat tembok bata.

Salah satu ruangan yang tertutup berfungsi sebagai tempat penyimpanan amunisi. Pada bagian tengahnya terdapat sebuah dinding lingkaran lagi berfungsi sebagai tempat penyimpanan air bersih untuk keperluan minum dan memasak bagi para tentara yang sedang berjaga.

Menara Pengawas ini bertingkat dua, hal ini dibuktikan dengan adanya lubang– lubang penyangga balok lantai. Ruangan pada lantai dua ada 7 buah. Kemungkinan ruangan di lantai 2 berfungsi sebagai ruangan tidur sekaligus tempat pengintaian.

Benteng ini terbuat dari batu bata, maka hanya mampu beroperasi sampai dengan tahun 1878 dan setelahnya hanya digunakan sebagai Gudang mesiu. Keberadaannya mulai rusak berat setelah terjadi gempa dan tsunami akibat meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883.

Akibatnya Benteng Martello tidak digunakan lagi sejak tahun 1908 selain sebagai tempat untuk penelitian sejarah selain di pulau Bidadari. Benteng Martello juga terdapat di Pulau Kerkhof (pulau kelor) dan Onrust.

Dahulu kala, Benteng Martello yang berada di Pulau Kelor juga pernah menyimpan cerita miris. Yaitu menjadi tempat penguburan massal bagi mereka yang menjadi pemberontak kapal Zeven Provincien. Seperti namanya, yakni Kerkhof Eiland, yang dalam bahasa Belanda berarti Pulau Pemakaman.

Kini, situs Benteng Martello telah menjadi cagar budaya dan dikelola oleh Museum Kebaharian. Ia juga masuk ke dalam Taman Arkeologi Onrust.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA