Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|18:11 WIB

Bahaya Dari Tren Viral TikTok Scalp Popping

Scalp popping bisa menyebabkan luka pada jaringan di dalam kulit kepala. TikTok pun telah menyatakan, konten-konten yang bisa memancing orang melakukan hal berbahaya, tidak diizinkan.

Penulis: Gemma Fitri Purbaya,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageIlustrasi scalp popping. Shutterstock/dok

JAKARTA – Beberapa waktu lalu viral sebuah video di TikTok yang menampilkan seorang tukang cukur yang menarik rambut pelanggannya hingga terdengar suara 'pop'. Video tersebut telah dilihat oleh 1,7 juta orang dan menimbulkan tanda tanya bagi mereka yang menonton.

Ternyata yang dilakukan oleh tukang cukur itu disebut dengan 'scalp popping'. Kondisi ini terjadi ketika rambut ditarik begitu kencang hingga galea, lapisan keras pada tengkorak yang terhubung dengan kulit kepala, ikut tertarik dari tengkorak dan menciptakan bunyi 'pop'.

Para pengguna TikTok mengatakan, scalp popping bisa digunakan sebagai metode atau pengobatan yang berhubungan dengan kepala, semisal sakit kepala, migrain, atau sakit kepala kluster. Namun, menurut dokter bedah plastik, Anthony Youn, hal ini justru sangat berbahaya.

Youn mengatakan, kalau tren scalp popping ini bisa menyebabkan pendarahan atau luka pada bagian kepala tempat rambut ditarik. Karenanya, ia menganjurkan agar orang-orang yang menyaksikan video itu tidak mencobanya.

"Jangan melakukan ini. Ini bisa merobek jaringan di dalam kulit kepala yang aman bisa terjadi perdarahan di dalam. Pikirkan saja bagaimana petinju dan petarung MMA dengan kulit kepala yang hematoma (pendarahan di luar pembuluh darah)," kata Youn dikutip dari Men's Health.

Hal serupa juga dikatakan oleh Medical Director Cosmedics, Ross Perry. Ia menuturkan kalau scalp popping bisa memberikan dampak yang buruk. Tidak hanya pada kulit kepala, tetapi juga kesehatan rambut. Itu karena bagian dalam kulit kepala bisa mengalami pendarahan dan infeksi. Akibatnya, folikel rambut menjadi rusak dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerontokan.

"Dan jangan lupakan juga kalau ini berdampak pada leher dan kepala dari efek rambut yang ditarik kencang," kata Perry dilansir dari Tyla.

Menanggapi hal itu, TikTok sendiri telah memberikan peringatan terhadap scalp popping. Dalam pernyataan resmi mereka, TikTok mengatakan bahwa semua perbuatan yang mengimitasi atau mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu yang berbahaya dan dapat menyebabkan cedera yang serius atau kematian tidak diizinkan, termasuk scalp popping.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA