Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

GAYA HIDUP

28 Januari 2021|09:21 WIB

Tembakau Srintil, Si Hitam Yang Memukau Dunia

Makin tinggi kadar nikotinnya, makin mahal harganya
ImageSejumlah pekerja membalikan rajangan tembakau srintil yang dijemur di Borangan, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (12/11). Menurut petani tembakau setempat harga tembakau srintil atau hasil panen tembakau yang ke tujuh atau terakhir itu mengalami penurunan harga dari Rp 100 ribu menjadi Rp 50 ribu, penurunan harga tersebut disebabkan kwalitas tembakau yang kurang baik dari hasil panen terakhir. ANTARAFOTO/ Aloysius Jarot Nugroho

JAKARTA – Bagi pecinta tembakau, nama jenis srintil seperti sudah pasti banyak yang memahami. Aroma yang khas serta warna yang sedikit hitam, menjadikannya sebagai salah satu jenis tembakau dengan kualitas tinggi. 

Tembakau srintil sendiri berasal dari Temanggung, Jawa Tengah, khususnya di kaki Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Uniknya, setiap petani tidak akan pernah tahu bahwa tembakau yang ia tanam dan panen bisa menjadi srintil. 

Artinya, tidak semua lahan pertanian tembakau di sana muncul jenis tembakau srintil. Bisa dibilang, keberadaan srintil cukup sulit dicari di pasaran. Itu yang menyebabkan harganya menjadi sangat mahal.

Adapun kualitas terbaik lahan pertanian tembakau penghasil srintil berada di daerah Lamuk Legok, Dampit Losari, Kwadungan, dan Bansari, Kabupaten Temanggung. Srintil biasanya akan muncul dalam jumlah banyak, jika proses panen tembakau dilakukan pada musim kemarau yang panjang.

Kualitas tembakau srintil pun berbeda-beda. Tidak ada lahan yang bisa menghasilkan dengan kualitas yang sama. Dalam dunia tembakau, kualitasnya terbagi menjadi beberapa bagian. Paling rendah disebut grade A dan paling bagus grade H. Untuk kualitas grade H, 1 kilogram tembakau srintil dibanderol di atas Rp1 juta rupiah.

Tentu harga ditentukan dari kualitas. Semakin banyak kadar nikotinnya, maka semakin mahal harganya. Saat disimpan, akan mengeluarkan bau menyengat seperti busuk berwarna kuning kehitaman. Akibat kadar nikotinnya begitu banyak.

Pun, pada dasarnya tembakau srintil sebenarnya berasal dari varietas tembakau lokal asli Temanggung yakni tembakau kemloko. Kemloko ditanam dengan menggunakan teknik penanaman yang sangat baik. Misalnya, tanaman tembakau kemloko tidak dicampur dengan jenis tanaman lainnya dalam satu bidang tanah. Tanahnya pun tidak boleh banyak airnya.

Bagi masyarakat Kabupaten Temanggung, nama srintil berasal dari kata sri-ne dan ngintil. Sri sendiri diartikan sebagai seseorang bernama Dewi Sri dan ngintil adalah sinonim dari mengikuti. Jika disatukan menjadi daun tembakau yang diikuti dengan keberuntungan. Kepercayaan itu sejalan dengan kualitas srintil yang memang sudah terkenal di dunia. (Dwi Herlambang)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER