Selamat

Rabu, 23 Juni 2021

GAYA HIDUP

08 April 2021|19:27 WIB

Mitos Seputar Cacar Air

Masih ada yang beranggapan jika terkena cacar air tidak perlu mandi
ImageCacar air atau Varisela simpleks adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster. Penyakit ini disebarkan secara aerogen. Shutterstock/dok

JAKARTA – Di tengah pesatnya kemajuan teknologi seperti saat ini, masih saja banyak persepsi yang salah soal kesehatan. Semisal, mengenai cacar air. Seringkali orang memiliki anggapan bahwa penderita cacar air tidak boleh mandi, karena dapat menyebabkan penyakit tersebut semakin parah. 

Padahal menurut dr. Anthony Handoko, SpKK dari Klinik Kesehatan Pramudia, hal itu tidaklah benar. Sebaliknya, penderita cacar air justru harus mandi dan menjaga tubuh untuk tetap bersih. 

"Mandi itu harus, untuk menjaga kebugaran baik saat sedang berpenyakit atau tidak. Memang tantangan yang berat ketika sakit harus mandi, tetapi penderita cacar air harus tetap mandi," ujar dr. Anthony dalam Virtual Media Briefing, Kamis (8/4).

Cacar air sendiri merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster. Gejalanya ditandai dengan munculnya ruam kemerahan berisi cairan yang sangat gatal di sekujur tubuh.

Jika mitos penderita cacar air dilarang mandi itu dipercaya, dapat dipastikan kulit tubuhnya akan menjadi bertambah kotor. Akibatnya, lebih berisiko terkena infeksi sekunder, seperti bakteri. Alhasil, membutuhkan perawatan tambahan. 

Maka dr. Anthony pun menganjurkan agar penderita tetap harus secara rutin membersihkan diri menggunakan air dan sabun seperti biasanya. Namun, hindari mandi menggunakan air panas. Pasalnya, kulit sedang merah dan meradang akibat cacar air. 

Penggunaan air panas bisa memicu iritasi, sehingga peradangan bisa bertambah buruk. Jangan menggosok tubuh terlalu kencang juga saat mandi karena lentingan bisa pecah. Apabila lentingan pecah, infeksi bakteri dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh. 

Penggunaan lotion pada kulit yang terkena cacar air pun diperbolehkan. Asal tujuannya untuk memberikan kenyamanan dan mengurangi gesekan pada baju yang bisa menyebabkan lentingan pecah. Bukan sebagai terapi penyembuh cacar air.

Lalu bagaimana dengan penggunakan bedak tabur pada penderita cacar air? Dokter Anthony mengatakan sah-sah saja. Asalkan pasien tetap melakukan pengobatan. Sebab fungsi bedak tabur itu untuk memberikan sensasi dingin dan menyejukkan, sehingga menutupi rasa gatal pada cacar air.

"Pada orang cacar air biasanya gatal apalagi kalau mau sembuh. Nah, penggunaan bedak itu untuk menutupi rasa gatalnya jadi orang tidak menggaruk dan lentingannya tidak pecah. Kalau pecah lalu dikasih bedak, itu bisa menjadi media pertumbuhan jamur atau infeksi lain akibatnya penyembuhannya menjadi lama," jelasnya.

Begitupun dengan menggunakan daun kelor, yang bisa memberikan efek pendingin dan mengeringkan lentingan pada cacar air. Tetapi dia menganjurkan agar pasien berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan demikian, dapat meminimalkan terjadinya penularan kepada orang lain. Sebab, cacar air sangatlah menular, khususnya bagi mereka yang belum pernah terkena cacar air. (Gemma F Purbaya)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA